TREN.BISNISMARKET.COM - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menerima kabar menggembirakan dari hasil kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh ENI bersama Petronas di wilayah Kalimantan Timur. Kegiatan pengeboran ini menunjukkan prospek energi yang sangat menjanjikan bagi Indonesia.
Uji sumur atau Drill Steam Test (DST) yang dilaksanakan oleh ENI baru-baru ini telah rampung dan memberikan hasil yang melampaui ekspektasi awal. Tes ini mengonfirmasi kualitas reservoir hidrokarbon yang ditemukan di lokasi tersebut.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengumumkan bahwa hasil pengujian DST selama dua pekan terakhir membuktikan kualitas reservoir migas yang sangat baik. Dari pengujian satu sumur, terdeteksi potensi produksi signifikan.
"Dari satu sumur yang diuji, diperoleh potensi produksi gas sebesar 200 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) serta kondensat mencapai 12.000 barel per hari (BOPD)," ungkap Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Kamis (7/5).
Djoko Siswanto menjelaskan bahwa dengan temuan ini, pengembangan lapangan dapat dilakukan secara efisien. Pengembangan lapangan ini diperkirakan hanya memerlukan lima sumur yang akan dibangun dalam satu platform anjungan lepas pantai.
"Reservoir migasnya sangat baik. Dengan satu sumur menghasilkan 200 MMSCFD gas dan 12.000 BOPD kondensat, sehingga pengembangan lapangan cukup dilakukan dengan lima sumur dalam satu platform anjungan lepas pantai,” ujar Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Kamis (7/5).
Berdasarkan skema pengembangan tersebut, Djoko memproyeksikan bahwa lapangan migas ini mampu menghasilkan total gas hingga 1.000 MMSCFD atau 1 BCFD, serta kondensat sebesar 60.000 BOPD. Capaian ini dinilai krusial untuk menjaga ketahanan energi nasional Indonesia.
"Lebih lanjut menurut Djoko dengan skema tersebut, lapangan migas ini diperkirakan mampu memproduksi total gas hingga 1.000 MMSCFD atau 1 BCFD serta kondensat sebesar 60.000 BOPD. Djoko menyebut capaian tersebut menjadi kabar positif bagi ketahanan energi nasional," kata Djoko.
SKK Migas menargetkan agar proses pengembangan lapangan dapat segera dimulai setelah tahapan sertifikasi cadangan selesai dilakukan. Proses sertifikasi ini akan melibatkan lembaga independen baik internasional maupun domestik seperti LEMIGAS dan LAPI ITB.