TREN.BISNISMARKET.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa kondisi pasar modal di Indonesia saat ini masih berada dalam bayang-bayang ketidakpastian yang bersumber dari dinamika global. Kondisi eksternal ini turut memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mengalami tekanan signifikan hingga menyentuh level di bawah 6.000 pada periode Juni 2026.
Meskipun tren pelemahan sempat terjadi, OJK menegaskan bahwa resiliensi atau daya tahan pasar modal Indonesia tetap mampu terjaga dengan baik. Ketahanan ini terlihat dari beberapa indikator fundamental yang menunjukkan stabilitas sektoral di tengah gejolak pasar.
Hal ini terkonfirmasi melalui pernyataan resmi dari salah satu pejabat OJK mengenai kondisi pasar saat ini. "Tercermin dari likuiditas yang cukup memadai, aktivitas transaksi yang menunjukkan tren membaik, serta tekanan jual investor asing yang lebih terkendali dibandingkan periode-periode sebelumnya," ujar Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik OJK, Nailin Ni'mah.
OJK Tetapkan Tujuh Nakhoda Baru BEI Periode 2026-2030, Fokus Reformasi Integritas Pasar Modal
Pernyataan tersebut disampaikan Nailin Ni'mah dalam sebuah acara penting bertajuk Strengthening Market Integrity yang diselenggarakan di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada hari Kamis, 18 Juni 2026. Lokasi dan waktu ini menjadi penanda resmi pengamatan OJK terhadap kondisi pasar.
Lebih lanjut, stabilitas juga terlihat pada sektor pasar obligasi, yang merupakan salah satu pilar penting dalam pasar keuangan domestik. Kinerja indeks obligasi dilaporkan relatif stabil, bahkan ketika persepsi risiko di tingkat global sedang mengalami peningkatan.
Industri pengelolaan investasi juga menunjukkan performa yang positif dan terjaga selama periode pengawasan ini. Tercatat bahwa dana kelolaan (AUM) serta volume aktivitas investasi di sektor ini masih mencatatkan pertumbuhan secara year-to-date.
Dari sisi pendalaman pasar, OJK mencatat adanya perkembangan signifikan dalam basis investor domestik yang mencapai angka 27 juta investor. Pertumbuhan jumlah partisipan ini menjadi penanda kuat menguatnya minat masyarakat terhadap instrumen pasar modal.
Selain itu, aktivitas penghimpunan dana oleh korporasi melalui pasar modal tetap menunjukkan kekuatan yang konsisten. Hal ini menggarisbawahi peran vital pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang yang esensial bagi pertumbuhan perekonomian nasional.
OJK berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan ketat terhadap setiap perkembangan pasar yang terjadi di masa mendatang. "OJK terus tentunya akan terus memantau perkembangan pasar dengan ketat, meskipun volatilitas masih perlu dicermati, IHSG menunjukkan pemulihan dengan didukung oleh fundamental pasar yang tetap solid, likuiditas yang terjaga, serta basis investor yang terus berkembang," ungkap Nailin Ni'mah.