TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah studi kasus medis terbaru di Spanyol menyoroti pentingnya diagnosis diferensial yang cermat ketika pasien menunjukkan gejala neurologis kompleks seperti sakit kepala hebat dan perubahan perilaku. Pada mulanya, tim medis sangat mencurigai adanya metastasis kanker yang telah mencapai otak pasien tersebut.

Kasus ini melibatkan seorang pria berusia 60 tahun yang mengalami sakit kepala parah selama dua minggu, disertai dengan perubahan perilaku dan gerakan tubuh yang melambat. Peningkatan kadar antibodi IgE dalam darah pasien semakin memperkuat kecurigaan awal terhadap kondisi serius, meskipun kondisi ini juga bisa terkait dengan infeksi parasit.

Pemeriksaan pencitraan awal menggunakan CT scan menunjukkan adanya jaringan abnormal dan pembengkakan signifikan di berbagai area otak, yang sangat menyerupai gambaran penyebaran kanker. Meski demikian, pasien tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan ke area endemik atau gangguan sistem kekebalan tubuh yang jelas.

Untuk memastikan tidak adanya keganasan, dokter melakukan serangkaian tes ekstensif, termasuk pemindaian seluruh tubuh, kolonoskopi, dan PET scan. Hasil dari semua prosedur ini secara konsisten tidak menunjukkan adanya tanda-tanda pertumbuhan sel ganas di dalam tubuh pria tersebut.

Ketika dokter melakukan pemindaian MRI dengan resolusi yang lebih tinggi, gambaran yang sangat berbeda muncul dan mengarah pada diagnosis akhir. Pemindaian tersebut memperlihatkan adanya kantung-kantung berisi larva cacing pita, lengkap dengan struktur kepala cacing yang dikenal sebagai skoleks.

Diagnosis pasti yang kemudian ditegakkan adalah neurosisistiserkosis, sebuah kondisi di mana larva cacing pita Taenia solium berhasil masuk dan berkembang biak di dalam sistem saraf pusat. Kondisi ini tergolong serius karena larva tersebut bersarang di jaringan otak pasien.

Dilansir dari jurnal Emerging Infectious Diseases dan diberitakan oleh Ars Technica pada Juni 2026, penularan cacing pita biasanya terjadi melalui konsumsi daging babi mentah atau setengah matang. Namun, infeksi yang memengaruhi otak terjadi ketika telur cacing masuk ke tubuh melalui kontaminasi lingkungan.

Meskipun Spanyol bukan wilayah endemik, penelusuran menunjukkan pria tersebut bekerja sebagai tukang bangunan dan sering berbagi fasilitas sanitasi serta makanan dengan rekan kerja yang berasal dari daerah dengan prevalensi cacing pita tinggi. Hal ini diduga menjadi jalur tidak langsung penularan telurnya.

"Pentingnya pemeriksaan mendalam sangat ditekankan karena dugaan awal kanker dapat menyebabkan pasien menjalani prosedur medis yang tidak perlu dan menunda penanganan yang tepat jika tidak diperiksa secara cermat," demikian penekanan tim medis mengenai kasus ini.