TREN.BISNISMARKET.COM - Google baru-baru ini merilis temuan penting mengenai adopsi Gemini AI di kawasan Asia Tenggara. Laporan ini menyoroti bagaimana generasi muda, khususnya mereka yang berusia di bawah 25 tahun, menjadi kekuatan pendorong utama di balik pertumbuhan pesat teknologi kecerdasan buatan ini.
Temuan ini terungkap dalam Gemini SEA Report 2026, laporan perdana Google yang mengupas perilaku pengguna Gemini AI di wilayah tersebut. Hasilnya menunjukkan adopsi Gemini di Asia Tenggara mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat, menjadikannya pertumbuhan tercepat di antara aplikasi Google lainnya.
Khususnya, generasi muda di bawah usia 25 tahun menyumbang sebesar 40 persen dari total adopsi Gemini AI di kawasan Asia Tenggara. Hal ini mengukuhkan posisi mereka sebagai pengguna paling aktif dan berpengaruh dalam pemanfaatan teknologi AI ini.
Sapna Chadha, Vice President for Southeast Asia and South Asia Frontier, Google, mengemukakan bahwa generasi muda Asia Tenggara tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga mendorongnya hingga batas maksimal. "Mereka tidak sekadar mengadopsi teknologi tersebut, melainkan mendorongnya hingga batas maksimal," ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa pengguna muda ini terlibat dalam percakapan yang mendalam dan komprehensif, serta menyusun prompt yang sangat terperinci. "Alih-alih sekadar mengajukan pertanyaan singkat, mereka terlibat dalam percakapan yang mendalam dan komprehensif serta menyusun prompt yang sangat terperinci untuk mengatasi tantangan nyata yang mereka hadapi," jelas Sapna.
Perilaku ini menunjukkan bahwa pengguna yang lahir di era digital atau "digital native" ini lebih sering mengajukan permintaan, melakukan percakapan yang lebih panjang, dan menulis prompt yang lebih rinci dibandingkan kelompok usia lainnya. Cara mereka menggunakan Gemini AI dipersepsikan sebagai gambaran masa depan interaksi dengan kecerdasan buatan.
Selain dominasi demografis, kebiasaan penggunaan bahasa lokal juga menjadi sorotan utama. Google menemukan bahwa hampir 70 persen perintah atau prompt di Asia Tenggara dikirimkan menggunakan bahasa asli negara masing-masing.
Vietnam memimpin dengan 89 persen prompt menggunakan bahasa lokal, diikuti oleh Thailand (87 persen) dan Indonesia (84 persen). Hal ini menunjukkan pentingnya sentimen lokal dalam adopsi teknologi AI.
Lebih lanjut, pengguna Gemini AI di Asia Tenggara secara aktif memanfaatkan fitur multimodal. Lebih dari 40 persen prompt dikirim menggunakan kombinasi suara, foto, dan video untuk memproses informasi secara langsung.