TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Indonesia tengah menggenjot persiapan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Bandung, dengan target operasional dua rute penerbangan pada Agustus 2026. Langkah ini tidak hanya mengembalikan fungsi bandara yang sempat dialihkan ke Bandara Kertajati, tetapi juga menyertakan model pengelolaan baru melalui skema komersialisasi.
Sejumlah maskapai penerbangan, baik domestik maupun asing, telah menunjukkan minat untuk kembali membuka layanan penerbangan di Bandara Husein. Hal ini disambut baik oleh pemerintah daerah yang juga berupaya mempercepat perbaikan akses menuju bandara guna mendukung kelancaran operasional.
Keputusan mengaktifkan kembali Bandara Husein tidak lepas dari evaluasi terhadap pengalihan seluruh penerbangan berjadwal ke Bandara Kertajati pada tahun 2023. Meskipun Kertajati memiliki kapasitas yang lebih besar, jaraknya yang cukup jauh dari pusat Kota Bandung dinilai memengaruhi mobilitas penumpang, terutama wisatawan dan pelaku perjalanan bisnis.
"Pemerintah juga ingin memastikan bandara memiliki model bisnis yang lebih berkelanjutan melalui skema komersialisasi," demikian keterangan yang disampaikan dalam ringkasan briefing.
Model komersialisasi Bandara Husein bukan berarti pelepasan kepemilikan kepada pihak swasta, melainkan penerapan pendekatan bisnis dalam pengelolaannya. Tujuannya adalah agar bandara tidak hanya bergantung pada pendapatan dari aktivitas penerbangan semata.
Pendapatan bandara akan dioptimalkan dari dua sumber utama: pendapatan aeronautika, seperti biaya pendaratan dan layanan penumpang, serta pendapatan nonaeronautika. Pendapatan nonaeronautika ini mencakup penyewaan ruang usaha, pusat kuliner, area ritel, periklanan, dan pengembangan kawasan komersial di sekitar bandara.
"Model ini telah diterapkan di banyak bandara modern, di mana pendapatan nonaeronautika menjadi salah satu penopang utama keberlanjutan operasional," jelas ringkasan tersebut.
Tingginya permintaan perjalanan menuju Kota Bandung menjadi faktor pendorong minat maskapai terhadap Bandara Husein. InJourney Airports melaporkan setidaknya enam maskapai telah menyatakan minat untuk membuka rute dari dan menuju bandara tersebut.
"Selain maskapai nasional seperti Garuda Indonesia dan Citilink, maskapai asing seperti Scoot juga menjajaki peluang membuka penerbangan," ujar ringkasan berita.