TREN.BISNISMARKET.COM - Badan Pembina Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama BPI Danantara tengah menggalakkan program streamlining atau penyederhanaan entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Program ini ditargetkan dapat memangkas sekitar 250 entitas BUMN dan menghasilkan efisiensi biaya hingga Rp50 triliun pada Juli 2026.
Indonesia Financial Group (IFG) turut ambil bagian dalam upaya percepatan transformasi ekosistem BUMN ini. IFG telah melakukan penyederhanaan struktur dengan memangkas 12 entitas di bawah naungannya.
Hal ini dibahas lebih lanjut dalam pertemuan antara jajaran Direksi IFG dan Kepala BP BUMN, Dony Oskaria. Diskusi tersebut mencakup progres transformasi holding, penguatan tata kelola perusahaan, serta peningkatan efisiensi di lingkungan perusahaan asuransi BUMN.
Dalam arahannya, Dony Oskaria menekankan bahwa keberhasilan transformasi tidak semata-mata diukur dari penyederhanaan struktur organisasi. Perbaikan kualitas pengelolaan investasi menjadi indikator penting lainnya yang harus dicapai.
"Kita belajar dan memetakan persoalan-persoalan yang terjadi sebelumnya. Salah satu yang paling banyak terjadi adalah misinvestment," ujar Dony Oskaria, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.
"Selama ini banyak persoalan muncul karena tidak seimbang antara liabilities dan investasinya. Inilah yang menyebabkan kita terekspos dengan risiko yang cukup besar," lanjut Dony Oskaria.
Dony Oskaria juga menyoroti adanya ketidakseimbangan dalam portofolio investasi yang perlu segera diatasi. Pertumbuhan kewajiban perusahaan yang tidak diimbangi dengan kinerja aset investasi, terutama pada sektor properti, berpotensi memperlebar kesenjangan keuangan.
"Sekarang kita menyadari ada ketidakseimbangan dalam portofolio kita. Saya khawatir gap-nya justru semakin besar karena liabilities terus meningkat, sementara ada portofolio di sisi properti yang belum menghasilkan margin yang cukup untuk menutupi kewajiban tersebut," tegas Dony Oskaria.
"Ini harus diselesaikan dengan cepat," tambahnya.