TREN.BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat tajam di penutupan sesi pertama perdagangan Senin (20/7/2026), mencatatkan kenaikan sebesar 0,86%. Penguatan ini didorong oleh aktivitas beli yang merata di berbagai sektor.
Secara spesifik, IHSG bertengger di level 6.228,92 poin. Angka ini merupakan lonjakan signifikan sebesar 53,38 poin dibandingkan penutupan sesi sebelumnya.
Pergerakan positif indeks juga tercermin dari membaiknya market breadth. Tercatat, 398 saham mengalami penguatan, sementara 188 saham melemah dan 205 saham lainnya bergerak stagnan.
Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp 8,27 triliun. Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 20,1 miliar saham, melibatkan total 1,4 juta kali transaksi.
Sebagian besar sektor di bursa saham menunjukkan tren positif, kecuali sektor kesehatan dan utilitas yang mengalami koreksi. Sektor konsumer primer menjadi yang terkuat dengan kenaikan 1,47%, diikuti barang baku (1,18%), energi (0,99%), dan properti (0,98%).
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi kontributor utama penguatan IHSG. Saham ini memberikan kontribusi 11,68 poin terhadap indeks.
Menyusul BBRI, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga memberikan dorongan signifikan dengan tambahan 7,38 poin. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul di belakangnya dengan kontribusi 4,41 poin.
Dalam catatan perdagangan, saham BBRI menjadi pilihan utama investor asing dengan net buy sebesar Rp 117 miliar pada sesi pertama. Meskipun demikian, secara keseluruhan, investor asing mencatatkan net sell Rp 303 miliar di pasar modal pada hari itu.
Saham TLKM juga diminati investor asing dengan net buy Rp 18 miliar. Sementara itu, saham BBCA tercatat mengalami net sell sebesar Rp 53 miliar dari investor asing.