TREN.BISNISMARKET.COM - Mengawali pekan perdagangan Senin (20/7/2026), denyut aktivitas di lantai bursa Jakarta terasa kian hidup. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan rekor baru, menembus angka 6.200 dan ditutup pada level 6.231,78.
Kenaikan indeks yang signifikan ini, sebesar 56,24 poin atau 0,91%, senada dengan membaiknya persepsi pasar. Sebanyak 399 saham tercatat mengalami penguatan, sementara hanya 210 yang melemah dan 185 stagnan, menunjukkan optimisme yang meluas di kalangan investor.
Di tengah penguatan indeks tersebut, perhatian utama tertuju pada pergerakan dana investor asing. Meskipun secara keseluruhan mencatat beli bersih (net foreign buy) tipis sebesar Rp93,5 miliar di seluruh pasar, aliran dana tersebut menunjukkan konsentrasi yang kuat pada emiten-emiten tertentu.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang merupakan emiten milik pengusaha Prajogo Pangestu, menjadi primadona bagi investor asing. Nilai pembelian bersih untuk saham TPIA tercatat mencapai angka fantastis Rp349,3 miliar.
Pergerakan dana asing yang masif ini seolah menjadi magnet bagi saham TPIA. Terbukti, pada perdagangan hari yang sama, saham perusahaan petrokimia ini melesat tajam, membukukan kenaikan 9% dan ditutup pada level harga Rp2.120.
Selain TPIA, beberapa emiten lain juga turut menarik minat investor asing. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berada di posisi kedua dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp93,4 miliar.
Menyusul di belakangnya adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DEWA) dengan aliran dana masuk Rp51,9 miliar, lalu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang mencatat Rp47 miliar, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan nilai beli bersih Rp38,2 miliar.
Perluasan jangkauan aliran dana asing juga terlihat pada beberapa emiten lain yang turut mencatat arus masuk signifikan. Di antaranya adalah saham ADRO sebesar Rp35,6 miliar, INDF Rp29,9 miliar, MEDC Rp17,9 miliar, BNBR Rp16,6 miliar, dan GGRM Rp15,7 miliar.
Total nilai transaksi pada perdagangan Senin lalu mencapai Rp17,16 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 35,57 miliar saham, yang melibatkan 2,39 juta kali transaksi. Angka ini mengindikasikan tingginya partisipasi pelaku pasar dalam perdagangan saham hari itu.