TREN.BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan hari Jumat, 12 Juni, dengan berhasil mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 2,07%. Kenaikan ini membawa IHSG bertengger di level psikologis 6.007,66 poin, memberikan sentimen positif bagi pasar modal domestik.

Pergerakan positif indeks utama tersebut ditopang kuat oleh kinerja saham-saham unggulan seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Meskipun demikian, beberapa emiten mengalami tekanan jual, di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), dan PT MPRO Tbk (MPRO) yang mencatatkan pelemahan terbesar.

Investor asing kembali menunjukkan kepercayaan terhadap pasar Indonesia, tercermin dari catatan arus dana masuk atau net buy yang signifikan. Dana asing tercatat masuk sebesar Rp287,36 miliar di pasar reguler, dan total dana masuk mencapai Rp287,77 miliar di seluruh segmen pasar.

Secara sektoral, mayoritas bursa menunjukkan penguatan, dengan 10 dari total 11 sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor bahan baku memimpin penguatan dengan lonjakan tertinggi mencapai 4,85%, sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami koreksi dengan penurunan tipis 0,58%.

Kondisi pasar domestik ini sejalan dengan sentimen positif yang juga mewarnai bursa global, di mana indeks-indeks utama Wall Street berakhir di wilayah positif. Dow Jones menguat 0,70% ke level 51.202, S&P 500 naik 0,50% menjadi 7.431, dan Nasdaq berhasil bertambah 0,31% ke posisi 25.888.

Pelaku pasar kini diperkirakan akan terus mencermati perkembangan nilai tukar rupiah dan arah aliran modal asing, terutama setelah terjadi kembalinya arus dana masuk ke pasar domestik pada perdagangan terakhir. Selain itu, perhatian pasar juga terfokus pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan pada 18 Juni mendatang.

Sentimen pasar yang mendukung juga tercermin dari penguatan instrumen investasi terkait, di mana ETF EIDO tercatat menguat 1,82% dan MSCI Indonesia juga menunjukkan kenaikan sebesar 0,88%.

Dari sisi penawaran perdana saham (IPO), PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan penutup merek INACO, telah memulai masa book building pada 15 hingga 22 Juni 2026, dengan target pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026.

"Perseroan membidik dana segar hingga Rp392 miliar dengan kisaran harga penawaran Rp900-Rp1.120 per saham," demikian disebutkan dalam informasi korporasi terkait IPO JELI. Dana hasil IPO ini akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, termasuk penyertaan modal kepada PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS) sebesar 51,04% dan sisanya untuk pembelian mesin, pembayaran utang, serta modal kerja.