TREN.BISNISMARKET.COM - Ancaman pemanasan global yang semakin tidak terkendali telah mendorong komunitas ilmiah untuk mengidentifikasi serangkaian langkah konkret yang dinilai krusial dalam upaya menyelamatkan umat manusia dari potensi dampak terburuk perubahan iklim di Bumi.
Rekomendasi ini dihimpun dalam sebuah dokumen penting yang disusun oleh sekelompok peneliti, berdasarkan temuan-temuan mutakhir dalam disiplin ilmu iklim terkini. Dokumen tersebut dirancang sebagai panduan utama bagi para pembuat kebijakan di seluruh dunia.
Dokumen panduan ini diharapkan dapat mendukung proses perundingan dalam Konferensiensi Para Pihak (COP28) serta menjadi landasan kuat bagi implementasi kebijakan iklim efektif sepanjang tahun 2024 dan periode mendatang.
Simon Stiell, Sekretaris Eksekutif United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), menegaskan pentingnya hasil riset ini bagi pengambilan keputusan strategis. Ia menyoroti relevansi temuan ini di tengah periode krusial kalender iklim tahunan.
"Penelitian 10 Masukan Baru dalam Ilmu Pengetahuan Iklim menyediakan alat penting bagi para pengambil keputusan pada saat-saat kritis dalam kalender iklim setiap tahunnya," ujar Simon Stiell, sebagaimana dikutip dari Science Daily pada Rabu (8/7/2026).
Profesor Laura Pereira dari Wits Global Change Institute, salah satu kontributor utama laporan tersebut, menyampaikan pandangannya saat memberikan presentasi dalam forum COP28. Ia menekankan bahwa kegagalan mitigasi yang terjadi telah membawa konsekuensi signifikan.
"Mengingat kurangnya tindakan mitigasi hingga saat ini, tidak memadainya komitmen iklim oleh negara-negara maju, dan model pembangunan yang masih terkait dengan emisi karbon, suhu melebihi 1,5 C memang tidak bisa dihindari," kata Profesor Laura Pereira.
Menurutnya, situasi saat ini menuntut respons yang tegas, bukan keputusasaan dalam menghadapi ancaman ekstrem yang dapat mengakibatkan hilangnya banyak nyawa serta kehancuran ekosistem dan tempat tinggal.
Beliau melanjutkan, "Sebaliknya, ini saatnya untuk menemukan jalur transformatif yang diperlukan untuk menuju arah yang lebih baik bagi manusia dan Bumi," menurut Profesor Laura Pereira.