TREN.BISNISMARKET.COM - Di tengah ancaman gelombang panas yang semakin intens, Jepang memperkenalkan sebuah inovasi menarik untuk membantu masyarakat tetap nyaman. Sebuah perusahaan bernama SDRS telah menciptakan sebuah solusi pendinginan unik yang dijuluki "kulkas manusia".
Perangkat ini dirancang khusus untuk memberikan kelegaan dari suhu udara yang menyengat, sebuah masalah yang kian mengkhawatirkan di negeri Sakura. Bahkan, pada pertengahan Juli lalu, gelombang panas ekstrem dilaporkan memaksa 48 orang dilarikan ke rumah sakit akibat dampak kesehatannya.
"Kulkas manusia" atau yang dikenal dengan nama Do Hiemon Box ini dipasarkan oleh Trusco Nakayama, yang merupakan pemasok terkemuka untuk berbagai peralatan industri. Desainnya menyerupai mesin penjual otomatis, namun dengan fungsi khusus untuk mendinginkan individu.
Saat seseorang masuk ke dalam Do Hiemon Box, suhu interiornya akan berada pada kisaran 15 derajat Celcius, memberikan sensasi sejuk yang signifikan. Lebih lanjut, pengguna akan merasakan hembusan angin dingin bersuhu 5 derajat Celcius yang diarahkan ke area kepala, leher, bahu, dan punggung.
Pengalaman kesejukan ini dijanjikan akan berlangsung selama lima menit penuh. Bagi mereka yang membutuhkan peredaan lebih intensif, duduk di dalamnya selama 10 menit diklaim mampu meredakan kelelahan akibat panas dengan cara menurunkan suhu tubuh.
Namun, penggunaan perangkat ini memiliki batasan waktu untuk memastikan keamanan. Do Hiemon Box akan otomatis mati setelah 20 menit pemakaian untuk mencegah risiko pendinginan berlebihan pada tubuh pengguna.
"Do Hiemon Box disebut akan mengonsumsi listrik setengah dari AC portabel biasa," demikian dikutip dari Soranews 24, Selasa (21/7/2026).
Keunggulan lain dari inovasi ini adalah kemudahan penggunaannya. Perangkat ini tidak memerlukan instalasi khusus dan dapat ditempatkan baik di dalam maupun di luar ruangan. Kulkas ini juga dilengkapi dengan roda, memudahkan mobilitas dan pemindahannya ke lokasi penyimpanan yang diinginkan.
Perangkat unik ini dibanderol dengan harga yang cukup fantastis, yaitu 1,5 juta yen atau setara dengan Rp 165,5 juta. Saat ini, penggunaannya lebih banyak ditujukan untuk keperluan bisnis dan organisasi.