TREN.BISNISMARKET.COM - Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan China, dua kekuatan teknologi global yang kerap bersaing, kini menunjukkan geliat baru. Keduanya dikabarkan akan menggelar pertemuan penting untuk membahas isu kecerdasan buatan (AI) yang semakin krusial.
Agenda pertemuan tingkat tinggi ini rencananya akan dilaksanakan pada bulan September mendatang, menandai langkah proaktif dalam mengelola perkembangan teknologi AI.
Pertemuan ini akan terjadi sebelum kunjungan Presiden China, Xi Jinping, ke Amerika Serikat yang dijadwalkan pada 24 September 2026. Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk menyelaraskan pandangan sebelum momen penting tersebut.
Tujuan utama dari dialog ini adalah untuk mengurangi potensi risiko yang timbul akibat pesatnya kemajuan model AI di kedua negara. Kekhawatiran terhadap kemampuan canggih AI menjadi pendorong utama diadakannya pembicaraan ini.
Para sumber yang enggan disebutkan namanya, dikutip dari Reuters, menyebutkan bahwa kedua negara sedang mempertimbangkan untuk membuat pengaturan atau regulasi terkait model AI yang sangat canggih. Ini mencerminkan kesadaran akan perlunya kerangka kerja bersama.
Empat orang sumber mengindikasikan bahwa delegasi Amerika Serikat dalam pertemuan September ini akan dipimpin oleh Menteri Keuangan Scott Bessent. Sementara itu, tiga sumber lainnya menyebutkan bahwa peserta dari kedua negara, agenda spesifik, serta lokasi diskusi masih dalam tahap penjajakan dan belum final.
Perencanaan pertemuan ini masih berada pada fase awal. Diskusi mendalam dan penentuan detail agenda masih terus dilakukan oleh tim dari kedua negara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan baik dari pihak Amerika Serikat maupun China mengenai rencana pertemuan tersebut.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, enggan memberikan konfirmasi langsung mengenai kabar ini. Namun, ia sempat menyinggung adanya kekhawatiran besar terkait hak kekayaan intelektual dalam pengembangan AI.