TREN.BISNISMARKET.COM - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali mengalami pelemahan pada perdagangan hari Selasa, 23 Juni 2026. Koreksi ini ditandai dengan penurunan indeks sebesar 0,25% atau setara dengan 15,36 poin.

Penutupan perdagangan pada hari tersebut mencatatkan IHSG berada di level 6.101,33. Penurunan ini menunjukkan adanya tekanan jual yang masih mendominasi pergerakan pasar secara keseluruhan pada hari itu.

Meskipun terjadi koreksi, aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp 32,94 triliun. Volume saham yang berpindah tangan mencapai 41,54 miliar lembar dalam total 1,79 juta kali transaksi yang tercatat.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, tercatat sebanyak 282 saham berhasil menguat, sementara 373 saham mengalami pelemahan. Sisanya, sebanyak 160 saham, menutup perdagangan hari itu dalam posisi stagnan atau tanpa perubahan harga.

Aktivitas investor asing menjadi sorotan utama dalam dinamika pasar saat IHSG melemah. Secara keseluruhan, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp311,60 miliar di seluruh pasar.

Lebih spesifik, penjualan bersih asing mencapai Rp343,13 miliar jika hanya dilihat pada segmen pasar negosiasi dan tunai. Hal ini mengindikasikan adanya aksi lepas kepemilikan secara signifikan di dua segmen tersebut.

Namun, perlu dicatat bahwa aksi jual asing tidak terjadi secara merata di semua segmen pasar. Terdapat sedikit catatan pembelian bersih sebesar Rp36,53 miliar yang dilakukan oleh investor asing khusus di pasar reguler.

Pertanyaan muncul mengenai saham mana saja yang menjadi target aksi jual bersih investor asing pada hari ketika IHSG mengalami tekanan tersebut. Data menunjukkan adanya konsentrasi penjualan pada beberapa emiten unggulan.

Dilansir dari Stockbit, terdapat sepuluh saham yang mencatatkan volume net foreign sell terbanyak selama perdagangan hari Selasa tersebut. Daftar ini menjadi indikator utama saham mana yang dilepas asing saat IHSG lesu.