TREN.BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026, dilaporkan mengakhiri tren positifnya yang telah berlangsung selama sembilan hari berturut-turut. Pelemahan tipis sebesar 0,09% tercatat, membawa IHSG ke level 6.334,48.

Pergerakan pasar kemarin ditandai dengan adanya aksi jual bersih oleh investor asing di pasar reguler. Tercatat, investor asing melepaskan portofolio senilai Rp920,3 miliar.

Secara rinci, total nilai pembelian saham oleh investor asing mencapai Rp4,835 triliun. Sementara itu, nilai penjualan saham mereka tercatat lebih tinggi, yakni Rp5,755 triliun.

Secara keseluruhan, total nilai transaksi di seluruh pasar pada hari tersebut cukup signifikan, mencapai Rp10,591 triliun. Angka ini menunjukkan adanya aktivitas pasar yang cukup dinamis.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi pilihan utama investor asing untuk melakukan aksi ambil untung. Saham ini mencatatkan nilai jual bersih terbesar, mencapai Rp230 miliar.

Di posisi kedua dalam daftar saham yang dilepas investor asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). "Investor asing mencatatkan net foreign sell sebesar Rp141,1 miliar pada saham BBRI," demikian dilaporkan.

Selanjutnya, PT Astra International Tbk (ASII) juga mengalami aksi jual dari investor asing senilai Rp137,2 miliar. Perusahaan otomotif dan jasa keuangan ini menjadi salah satu saham yang menjadi sasaran profit taking.

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tidak luput dari aksi jual investor asing dengan nilai Rp132 miliar. Diikuti oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang dilepas senilai Rp126,9 miliar.

Laju IHSG yang tertahan ini terjadi seiring dengan aksi ambil untung yang dilakukan oleh para investor. Saham-saham yang sebelumnya mengalami kenaikan pesat dan menjadi penopang utama indeks kini mengalami koreksi.