TREN.BISNISMARKET.COM - Pergerakan pasar modal domestik pada hari Kamis, 2 Juni 2026, menunjukkan adanya sinyal positif dengan kembalinya aliran dana investor asing memasuki pasar saham Indonesia. Meskipun demikian, aksi jual bersih masih terlihat membayangi secara keseluruhan dalam perdagangan sesi pertama tersebut.

Sepanjang sesi I perdagangan hari itu, investor asing tercatat mencatatkan aktivitas net buy atau beli bersih dengan total nilai mencapai Rp 7,8 miliar. Secara akumulatif, dana asing melakukan transaksi jual senilai Rp 2,6 triliun dan transaksi beli senilai Rp 2,6 triliun.

Fokus utama pembelian investor asing pada sesi tersebut tertuju pada saham-saham perbankan besar di Indonesia. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak diburu, mencatatkan net buy terbesar senilai Rp 126,8 miliar.

Posisi kedua saham favorit asing ditempati oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), yang juga mencatat net buy signifikan sebesar Rp 74,5 miliar. Kedua saham bank jumbo ini menunjukkan dominasi dalam pergerakan dana asing sesi pertama.

Emiten bank besar lainnya, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), juga masuk dalam daftar saham yang dibeli asing. Saham BBNI membukukan net buy dengan nominal yang lebih kecil, yaitu Rp 18,4 miliar.

Selain sektor perbankan, emiten yang bergerak di sektor energi dan pertambangan juga terpantau menjadi sasaran utama para investor asing pada sesi perdagangan tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya diversifikasi minat asing di luar sektor keuangan.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren positifnya hingga penutupan sesi I hari itu. IHSG berhasil bertengger di level 5.792,17, menunjukkan kenaikan sebesar 1,7% atau 97,05 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.

Kenaikan IHSG ini ditopang kuat oleh kinerja emiten bank jumbo, seperti yang diuraikan dalam analisis pergerakan pasar. "Pergerakan IHSG hari ini ditopang oleh emiten bank jumbo," demikian dicatat dalam analisis tersebut.

Dilansir dari Refinitiv, performa positif BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI yang kompak berada di daftar top movers memberikan bobot signifikan terhadap penguatan indeks secara keseluruhan.