TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk menghentikan seluruh kegiatan impor garam pada akhir tahun 2027. Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari agenda besar mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.
Target penghentian impor ini berarti Indonesia berupaya mengakhiri ketergantungan terhadap pasokan garam dari luar negeri yang sudah berlangsung selama kurang lebih delapan dekade terakhir. Hal ini menjadi fokus utama dalam agenda ketahanan pangan Indonesia ke depan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa swasembada garam telah diposisikan sebagai prioritas utama dalam kerangka ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan hal ini usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta pada hari Kamis, 2 Juli 2026.
"Keperluan lain seperti garam, kami ingin targetnya swasembada garam akhir 2027. Kita masih impor agak besar," ujar Zulkifli Hasan, menekankan situasi ketergantungan impor saat ini.
Untuk memastikan tercapainya target tersebut, pemerintah melakukan penguatan tata kelola komoditas garam melalui penerbitan peraturan presiden yang baru. Peraturan ini secara spesifik menempatkan pengendalian garam di bawah koordinasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Skema koordinasi yang terpusat ini diharapkan mampu menciptakan integrasi yang lebih baik pada seluruh kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan dan pembinaan sektor garam nasional. Pemerintah optimis bahwa langkah ini akan membawa dampak positif signifikan bagi industri dalam negeri.
Zulkifli Hasan mengungkapkan optimisme bahwa keberhasilan swasembada ini tidak hanya akan memenuhi kebutuhan domestik, tetapi bahkan dapat membalikkan keadaan menjadi negara pengekspor garam. "Dengan dukungan semua pihak, program kebijakan Presiden untuk swasembada, insyaallah tidak hanya swasembada, bahkan kita akan menjadi eksportir terbesar di dunia," katanya.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, turut mengonfirmasi percepatan berbagai program yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan impor yang sudah mengakar selama 80 tahun ini. Berbagai strategi telah disiapkan untuk mencapai kemandirian tersebut.
Strategi utama yang disiapkan oleh KKP meliputi revitalisasi tambak garam milik rakyat, pembangunan kawasan percontohan produksi garam yang terfokus di wilayah Indonesia Timur, dan mendorong investasi dari sektor swasta guna meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi nasional.