TREN.BISNISMARKET.COM - Pembangunan infrastruktur di DKI Jakarta menunjukkan ketahanan luar biasa, bahkan ketika Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima kota ini mengalami pemotongan signifikan. Menurut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kelangsungan proyek-proyek vital ini ditopang oleh fondasi kepercayaan yang kuat.

Pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) DKI Jakarta diketahui mencapai angka Rp15 triliun. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah proyek infrastruktur strategis tetap berjalan dan bahkan berkembang pesat di seluruh penjuru ibu kota.

"Kenapa bisa terjadi walaupun DBH-nya dipotong tinggi? Terus terang saya membangun Jakarta ini dengan trust, dengan kepercayaan, saling percaya," ujar Pramono Anung saat ditemui di gedung Labschool Ciracas, Jakarta Timur, pada Kamis, 16 Juli 2026.

Salah satu contoh nyata dari inovasi pembangunan ini adalah akses menuju stasiun Mass Rapid Transit (MRT). Proyek yang menghubungkan hotel-hotel ternama seperti Grand Hyatt, Pullman, Mandarin Oriental, dan Kempinski ini direncanakan rampung pada Desember 2026.

Menariknya, pembangunan akses MRT tersebut tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Pendanaan sepenuhnya dialihkan melalui skema lain yang lebih inovatif.

"Itu sepenuhnya dibiayai dari KLB, tidak lagi dibiayai dari APBD. Bahkan Taman Barito yang ada di Jakarta Selatan itu juga sepenuhnya dibiayai dari KLB," jelas Pramono Anung.

Meskipun mengurus Kerja Lebih Bersama (KLB) atau Surat Persetujuan Penggunaan Lahan (SP3L) seringkali diwarnai ketidakpastian, Pemprov DKI Jakarta berupaya mempercepat prosesnya. Melalui Pergub Nomor 11 Tahun 2022, pengurusan izin semacam ini ditargetkan selesai dalam waktu maksimal 15 hari.

"Dari kebijakan itulah menciptakan transparansi dan kepercayaan sehingga menarik pihak swasta untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," terang Gubernur Anung mengenai dampaknya.

Selain itu, proyek ambisius lainnya yang sedang berjalan adalah pembangunan Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) dan jalur Light Rail Transit (LRT) Velodrome-Manggarai. Kedua proyek ini mencatatkan nilai investasi gabungan yang fantastis, mencapai Rp12,5 triliun.