TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah riset mendalam yang dilakukan di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, baru-baru ini berhasil mengungkap jejak-jejak peradaban satwa yang telah lama hilang dari muka bumi. Temuan ini memberikan gambaran baru tentang keanekaragaman hayati yang pernah menghuni kepulauan Indonesia.
Para ilmuwan menemukan bukti fosil dari berbagai spesies hewan yang kini sebagian besar telah punah, termasuk gajah mini, beberapa jenis tikus purba, kadal raksasa, dan bahkan spesies komodo. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi, Proceedings of the Royal Society B.
Fosil-fosil tersebut diperkirakan berasal dari periode sekitar 12.000 tahun yang lalu, memberikan gambaran jelas tentang ekosistem Sumba pada masa lampau. Dikutip dari Mongabay, temuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa Sumba merupakan habitat asli bagi hewan-hewan langka tersebut.
Bukti kuat datang dari penemuan fosil komodo, yang saat ini hanya dapat ditemukan di Pulau Komodo dan beberapa wilayah di Flores. Hal ini memicu spekulasi bahwa hewan ikonik Indonesia tersebut mungkin memiliki asal-usul yang lebih luas, termasuk dari Pulau Sumba.
"Temuan di area ini bisa membuka wawasan yang menakjubkan tentang dunia yang hilang," ujar Samuel Turvey, salah satu peneliti dari Zoological Society of London (ZSL). "Ada banyak hewan yang berevolusi di kepulauan Wallacea yang terisolasi, namun kemudian punah seiring munculnya peradaban manusia modern," tambahnya.
Ekspedisi yang berfokus pada penelitian hewan-hewan punah ini berlangsung selama empat tahun, dimulai pada 2011 dan berakhir pada 2014. Tim peneliti yang terlibat berasal dari lembaga ilmiah terkemuka, Zoological Society of London (ZSL).
Para peneliti mengumpulkan fosil-fosil tersebut sebagai bagian dari kajian tentang kawasan kepulauan yang dikenal sebagai 'Wallacea'. Wilayah ini dinamai sesuai dengan nama ahli biologi Alfred Russel Wallace, yang pada abad ke-19 memetakan batasan geografis berdasarkan persebaran spesies hewan di Indonesia.
Kawasan Wallacea mencakup berbagai pulau penting di Indonesia, termasuk Sumba, Sulawesi, Lombok, Flores, Halmahera, Buru, dan Seram. Wilayah ini kembali mencuri perhatian publik pada tahun 2004 setelah penemuan fosil manusia purba yang dijuluki 'hobbit' atau Homo floresiensis di Flores.
"Mungkin karena terlalu banyak pulau di Indonesia untuk dipelajari. Masih jarang ahli biologi atau paleontologi yang fokus pada wilayah kepulauan di Indonesia," jelas Samuel Turvey, seorang peneliti dari ZSL. Ia menyoroti minimnya riset mengenai Sumba dan kelangkaan pakar yang mendalami area kepulauan Indonesia.