TREN.BISNISMARKET.COM - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksikan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia 2026 berpotensi besar menjadi katalisator peningkatan konsumsi rumah tangga di Indonesia pada periode akhir kuartal kedua tahun 2026. Proyeksi ini didasarkan pada antusiasme masyarakat yang diperkirakan akan meningkat signifikan menjelang dan selama perhelatan sepak bola akbar tersebut.

Wakil Ketua Umum Bidang Otonomi Daerah Kadin Indonesia, Sarman Simanjorang, menekankan peran penting pemerintah daerah dalam memanfaatkan euforia publik ini untuk turut menggerakkan roda perekonomian lokal. Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung pada perputaran uang di tingkat masyarakat.

Pemerintah daerah didorong untuk memfasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di berbagai lokasi publik yang mudah diakses oleh warga. Lokasi yang disarankan meliputi kantor kelurahan, kecamatan, hingga pendopo bupati sebagai titik kumpul strategis.

Sarman Simanjorang menggarisbawahi bahwa kegiatan nobar ini harus diintegrasikan dengan partisipasi aktif dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini bertujuan agar pergerakan ekonomi terjadi secara simultan saat masyarakat menikmati pertandingan.

"Meningkatkan konsumsi rumah tangga melalui nonton bareng difasilitasi oleh pemerintah daerah di kantor kelurahan, kecamatan, pendopo bupati atau di lokasi yang strategis dengan melibatkan berbagai pelaku UMKM," kata Sarman Simanjorang kepada Bisnis, dikutip pada Selasa (16/6/2026).

Lebih lanjut, potensi ekonomi dari ajang ini tidak hanya terbatas pada kegiatan komunitas, tetapi juga harus merambah sektor pariwisata. Hotel, restoran, kafe, dan ruang publik lainnya dapat menjadi ujung tombak peningkatan konsumsi selama turnamen berlangsung.

Sarman juga mendorong para pemangku kepentingan di tingkat legislatif, baik anggota DPRD daerah maupun DPR RI di daerah pemilihan masing-masing, agar proaktif memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026. Pemanfaatan ini diarahkan untuk memacu geliat ekonomi secara spesifik di wilayah mereka.

Menurut pandangan Kadin, konsumsi rumah tangga memegang peranan vital karena masih menyumbang sekitar 57% terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemanfaatan momentum seperti Piala Dunia menjadi krusial di tengah berbagai tantangan perekonomian saat ini.

"Momentum Piala Dunia harus dapat dimanfaatkan untuk menggairahkan perekonomian di seluruh Indonesia," ujar Sarman Simanjorang.