TREN.BISNISMARKET.COM - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia secara resmi mendesak pemerintah pusat untuk segera memberikan persetujuan terhadap usulan perluasan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berfokus pada sektor manufaktur. Dorongan ini muncul seiring dengan tingginya minat yang ditunjukkan oleh para investor terhadap Indonesia.

Ketiga KEK yang mengajukan permohonan ekspansi kawasan tersebut adalah KEK Kendal, KEK Galang Batang, dan KEK Gresik. Menurut Kadin, antusiasme investor ini merupakan indikasi positif mengenai daya tarik investasi Indonesia di tengah tantangan ekonomi global saat ini.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, yang menyoroti pentingnya memanfaatkan momentum ini. Ia menekankan bahwa percepatan proses persetujuan akan memperkuat kepercayaan investor untuk segera merealisasikan rencana investasi mereka di tanah air.

"Permintaan [ekspansi] ini agar direspons dan dipertimbangkan pemerintah secara cepat dan cermat, karena permintaan ini merupakan sinyal positif di tengah kondisi ekonomi global yang masih tertekan, animo investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia ternyata tetap antusias," ujar Sarman kepada Bisnis, Minggu (5/7/2026).

Sarman menambahkan bahwa realisasi investasi baru melalui perluasan KEK ini diyakini kuat dapat mendukung pencapaian target investasi nasional yang dipatok sebesar Rp2.175 triliun pada tahun berjalan. Selain itu, investasi tersebut juga diharapkan mampu membuka banyak peluang kerja baru bagi masyarakat Indonesia.

"Tentu momentum ini harus kita sambut positif dengan menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif. Tentu dengan minat yang tinggi ini akan mampu memberikan kontribusi terhadap target investasi tahun ini sebesar Rp2.175 triliun serta terciptanya lapangan pekerjaan bagi anak-anak bangsa," katanya.

Lebih lanjut, penguatan kawasan KEK tidak hanya berfokus pada peningkatan arus modal asing maupun domestik, tetapi juga berfungsi sebagai katalisator utama bagi aktivitas ekonomi lokal di masing-masing daerah. Investor baru yang masuk diperkirakan akan menimbulkan efek berantai pada sektor usaha pendukung lainnya.

Aktivitas industri yang meningkat di dalam KEK juga akan meningkatkan kebutuhan penyerapan tenaga kerja dan secara langsung mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga di sekitarnya. Dampak positif ini diperkirakan akan turut dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk penyedia layanan pendukung seperti katering dan kontrakan.

"Produktivitas ekonomi daerah akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Harapan pelaku usaha agar permintaan perluasan ini direspons secara cepat dan pasti sehingga para investor tidak menunggu lama dan mereka segera menanamkan modalnya di Indonesia," pungkasnya.