TREN.BISNISMARKET.COM - American Honda Motor Company baru-baru ini mengumumkan langkah penarikan kembali (recall) secara massal terhadap puluhan ribu unit kendaraan listrik mereka yang beredar di pasar Amerika Serikat. Keputusan ini diambil sebagai respons proaktif terhadap temuan masalah teknis yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan raya.

Total unit mobil listrik yang terdampak oleh program perbaikan ini mencapai angka signifikan, yakni sebanyak 59.887 unit. Jumlah tersebut terdiri dari dua model utama yang diproduksi dalam rentang tahun yang sama.

Rinciannya, sebanyak 44.199 unit Honda Prologue model tahun 2024 hingga 2025 ditarik kembali untuk diperiksa dan diperbaiki. Selain itu, sebanyak 15.688 unit Acura ZDX produksi tahun 2024 hingga 2025 juga termasuk dalam daftar recall ini.

Kedua model mobil listrik yang kini menjadi subjek penarikan ini merupakan hasil dari kemitraan strategis antara Honda dan General Motors (GM). Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat lini produk kendaraan listrik di pasar Amerika Utara.

Masalah utama yang mendasari penarikan ini terletak pada komponen kamera belakang, yang dipasok oleh perusahaan elektronik Sharp. Ditemukan adanya kegagalan pada proses pengolahan permukaan perekat yang digunakan pada unit kamera tersebut.

Kegagalan pada perekat ini menyebabkan daya rekat rumah kamera menjadi melemah seiring berjalannya waktu pemakaian. Melemahnya daya rekat tersebut membuka peluang bagi masuknya elemen eksternal ke dalam komponen vital kamera.

Kondisi ini memungkinkan air atau kelembapan dari luar untuk masuk dengan mudah ke dalam kompartemen kamera. Kelembapan yang terperangkap di dalam kemudian akan mempercepat timbulnya korosi pada bagian-bagian elektrikal internal kamera.

Dampak langsung dari kerusakan ini adalah gangguan visual yang serius pada layar monitor dasbor mobil. Hasil tangkapan gambar bisa terlihat buram, terdistorsi, atau bahkan mati total, yang tentu saja mereduksi aspek keselamatan berkendara.

Gangguan visual pada kamera mundur ini sangat meningkatkan risiko benturan saat pengemudi melakukan manuver mundur, terutama di area parkir yang padat. Hal ini menjadi fokus utama dalam evaluasi keselamatan oleh pihak produsen.