TREN.BISNISMARKET.COM - Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah karyawan OpenAI dilaporkan telah mengumpulkan dana pribadi sebesar US$215.000 atau sekitar Rp3,8 miliar. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada sebuah komite aksi politik (super PAC) bernama 'Guardrails Alliance'.

Tujuan utama dari aksi penggalangan dana ini adalah untuk mendorong penerapan regulasi yang lebih ketat bagi laboratorium-laboratorium pengembangan kecerdasan buatan (AI) terkemuka. Langkah ini menjadi kontras dengan upaya OpenAI yang terus berinovasi dalam mengembangkan AI super canggih di tengah persaingan industri yang semakin intens.

Guardrails Alliance sendiri diluncurkan pada bulan lalu dengan total pendanaan awal mencapai US$5 juta atau Rp90 miliar. Organisasi ini memposisikan diri sebagai gerakan populis yang didukung oleh para pekerja di sektor teknologi, serikat pekerja, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya.

Organisasi ini hadir untuk menjadi penyeimbang bagi 'Leading the Future', sebuah super PAC yang berfokus pada promosi industri AI. Leading the Future didanai secara signifikan oleh para petinggi teknologi, termasuk Presiden sekaligus salah satu pendiri OpenAI, Greg Brockman, dengan total dana lebih dari US$100 juta atau Rp1,8 triliun.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, tercatat bahwa tujuh karyawan OpenAI saat ini dan satu mantan karyawan telah memberikan donasi kepada Guardrails Alliance. Super PAC tersebut secara eksklusif membagikan nama-nama sebagian donatur kepada publik sebelum laporan keuangan kuartalan pertamanya kepada Komisi Pemilihan Umum Federal (Federal Election Commission) diterbitkan.

Dalam laporan tersebut, diperkirakan akan tercantum nama dua karyawan OpenAI. Sementara itu, lima karyawan lainnya dijadwalkan akan diungkapkan dalam pengungkapan informasi Guardrails Alliance di masa mendatang.

Salah satu kontribusi terbesar dari karyawan OpenAI datang dari Juan Felipe Cerón Uribe, yang menyumbangkan US$200.000 atau Rp3,6 miliar kepada kelompok penggalangan dana politik tersebut. Cerón Uribe, seorang engineer riset di OpenAI sejak tahun 2022, telah mendedikasikan empat tahun terakhir untuk meneliti strategi perusahaan dalam memitigasi potensi dampak buruk AI terhadap masyarakat.

"Selama masa ini, saya merasa khawatir bahwa semua penelitian tersebut akan sia-sia jika tidak diwujudkan dalam bentuk mekanisme pengawasan (guardrails) yang menuntut pertanggungjawaban perusahaan swasta atas pengembangan AI yang bertanggung jawab," ujar Juan Felipe Cerón Uribe dalam sebuah pernyataan.

"Para miliarder teknologi, seperti Greg Brockman, mendanai super PAC bernama Leading the Future agar AI tetap tidak diatur oleh regulasi. Saya sangat senang mengetahui bahwa Guardrails Alliance berupaya melawan LTF. Keputusan saya untuk memberikan donasi kepada mereka sangatlah mudah," jelasnya lebih lanjut.