TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah penemuan luar biasa telah menggemparkan dunia sains ketika robot bawah laut bernama Lassie berhasil mendeteksi keberadaan 60 juta sarang aktif ikan raksasa di dasar laut Lapisan Es Filchner, Antartika. Misi ini merupakan bagian dari penelitian mendalam yang dilakukan oleh Institut Alfred Wegener (AWI).
Robot bernama Lassie, singkatan dari Low-Altitude Survey System for Icefish, dilepaskan ke perairan beku Antartika. Setelah menjelajahi selama 48 jam, perangkat canggih ini berhasil memetakan sebuah ekosistem yang sebelumnya tak terduga, dipenuhi dengan kehidupan ikan yang padat.
Penelitian ini berawal dari pemetaan koloni ikan pertama kali pada tahun 2022, di sebuah area seluas 240 kilometer persegi. Observasi lanjutan menggunakan robot Lassie kemudian dilakukan untuk mendapatkan data yang lebih rinci mengenai koloni tersebut.
Robot Lassie dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi yang mampu merekam gambar dengan kecepatan 20 frame per detik. Teknologi ini memungkinkan pengumpulan data visual yang sangat detail mengenai aktivitas dan kondisi sarang ikan di lingkungan ekstrem tersebut.
"Kepadatan sarang ikan yang terdeteksi masih stabil, dengan perkiraan satu sarang ditemukan setiap empat meter persegi," demikian informasi yang diperoleh dari data pemantauan robot Lassie.
Hasil visual yang dikirimkan oleh Lassie mengungkapkan bahwa setiap sarang individu memiliki ukuran sekitar 75 cm. Di dalam setiap sarang tersebut, rata-rata terdapat sekitar 1.700 butir telur yang sedang dalam proses penjagaan.
Lebih lanjut, "Ikan jantan terlihat memegang peran utama dalam menjaga hampir 85% sarang yang ada di area tersebut," demikian keterangan yang dilansir dari Daily Galaxy, Rabu (15/7/2026).
Berdasarkan data penyebaran awal yang dikumpulkan, total biomassa dari koloni ikan raksasa ini diperkirakan mencapai sekitar 60 ribu ton. Keberadaan mereka menunjukkan adanya sumber daya makanan yang melimpah di lingkungan Antartika.
Ikan-ikan unik ini diketahui hidup dalam suhu dasar laut yang mencapai 2 derajat Celcius lebih hangat dibandingkan dengan air di sekitarnya. Perbedaan suhu ini mungkin menjadi faktor penting bagi kelangsungan hidup dan reproduksi mereka.