TREN.BISNISMARKET.COM - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan baru-baru ini menekankan pentingnya kolaborasi dan kepatuhan dari para pengusaha truk. Penekanan ini disampaikan dalam acara Musyawarah Nasional III Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia yang diselenggarakan pada Rabu, 20 Mei 2026.
Sektor angkutan barang melalui jalur darat di Indonesia memegang peran sentral sebagai tulang punggung utama dalam rantai distribusi logistik nasional. Oleh karena itu, inovasi serta peremajaan armada angkutan jalan sangat mendesak untuk dilakukan saat ini.
Muiz Thohir, selaku Direktur Angkutan Jalan, menegaskan bahwa peran sektor ini sangat vital dalam menjamin kelancaran distribusi barang hingga ke seluruh wilayah Indonesia. Hal ini mengharuskan adanya langkah inovasi dan peremajaan angkutan yang mengadopsi teknologi terkini, kata Muiz Thohir.
Pemerintah memandang pengusaha angkutan barang sebagai mitra strategis kunci dalam upaya mewujudkan program unggulan pemerintah, yaitu Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) pada tahun 2027. Modernisasi sektor ini diarahkan melalui implementasi berbagai sistem digital canggih.
Proses digitalisasi tersebut mencakup penerapan Fleet Management System, pelacakan melalui GPS tracking, sistem telematika, digital dispatching, serta penggunaan electronic proof of delivery, termasuk investasi pada teknologi unit kendaraan yang lebih mutakhir.
Selain adopsi teknologi, kepatuhan penuh dari para pelaku usaha terhadap regulasi dimensi dan muatan kendaraan juga menjadi aspek wajib yang harus dipenuhi. Peningkatan standar keselamatan operasional kendaraan turut menjadi fokus utama dalam agenda perbaikan ini.
Pemerintah juga sedang mengupayakan integrasi platform logistik digital yang lebih luas, salah satunya melalui mekanisme berbagi data operasional antar perusahaan. Hal ini bertujuan untuk mendukung terciptanya transparansi yang lebih baik di sepanjang rantai pasok logistik.
Kementerian Perhubungan kini tengah menjalankan Rencana Aksi Nasional Penanganan Kendaraan ODOL, di bawah koordinasi langsung Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan. Sistem pengawasan terus diperketat dengan memanfaatkan teknologi digital yang semakin canggih.
"Saat ini Kemenhub tengah melakukan uji coba terbatas penggunaan ETLE untuk pengawasan dan penegakan hukum," jelas Muiz Thohir, Direktur Angkutan Jalan Muiz Thohir.