TREN.BISNISMARKET.COM - Xiaomi, yang selama ini dikenal sebagai raksasa produsen ponsel pintar dan berbagai perangkat pintar lainnya, kini menemukan sumber pendapatan baru yang signifikan. Hal ini terjadi seiring dengan adanya tekanan yang dihadapi industri ponsel akibat krisis global pada pasokan chip memori.

Sumber pendapatan baru tersebut adalah lini bisnis kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang dikembangkan oleh perusahaan asal Tiongkok tersebut. Perkembangan ini menarik perhatian pasar investasi secara luas.

Saham emiten produsen EV asal Tiongkok yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong menunjukkan lonjakan signifikan pada perdagangan hari Kamis, 2 Juli 2026. Kenaikan ini merefleksikan optimisme investor yang terstimulasi oleh data pengiriman kendaraan yang solid dari beberapa perusahaan selama bulan Juni.

Secara spesifik, saham Xiaomi berhasil menguat sekitar 5% pada hari tersebut. Kenaikan ini didukung oleh pengumuman bahwa pengiriman kendaraan Xiaomi pada bulan Juni kembali menembus angka 30.000 unit.

Pencapaian ini menandai bulan ketiga berturut-turut di mana Xiaomi berhasil membukukan volume pengiriman kendaraan yang melampaui 30.000 unit. Hal ini menunjukkan adanya akselerasi dalam produksi dan distribusi EV mereka.

Berdasarkan analisis dari Citi, total pengiriman kendaraan yang dicatat Xiaomi dari Januari hingga Juni 2026 telah melampaui angka 180.000 unit. Angka ini merepresentasikan sekitar 33% dari target tahunan perusahaan yang dipatok sebesar 550.000 unit untuk tahun 2026.

Citi memberikan pandangan positif terhadap prospek saham Xiaomi ke depan, memprediksi potensi penguatan lebih lanjut pada bulan Agustus mendatang. Prediksi ini terkait erat dengan rencana peluncuran mobil sport utility vehicle (SUV) mewah terbaru mereka, yaitu model YU9.

"Setiap tanda bahwa bisnis memori mencapai puncaknya seiring adanya pengumuman belanja modal (capex) tambahan dari produsen memori China berskala global dapat menjadi sentimen positif bagi saham Xiaomi," tulis Citi, Dikutip dari CNBC Internasional, Senin (6/7/2026).

Sementara itu, kompetitor utama di sektor EV, BYD, juga melaporkan kinerja yang kuat dengan membukukan penjualan total sebanyak 403.472 unit pada bulan Juni saja. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 5,46% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencatat 382.585 unit.