TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah India secara resmi menyatakan akan melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden kebocoran data sensitif yang menimpa Tata Electronics, salah satu mitra manufaktur Apple di negara tersebut. Insiden ini menjadi perhatian serius pemerintah karena melibatkan dokumen rahasia mengenai lini produk iPhone 18 Pro yang belum diluncurkan.
Insiden kebocoran ini diketahui setelah sekelompok pelaku kejahatan siber yang mengklaim sebagai kelompok ransomware memublikasikan berbagai file hasil pencurian data dari sistem internal Tata Electronics. Dokumen curian tersebut bernilai tinggi karena memuat informasi krusial mengenai produksi perangkat Apple di masa depan.
Dokumen yang berhasil dicuri dan dibocorkan mencakup daftar rinci komponen sensitif, identitas pemasok rantai pasok, bahkan menyertakan foto-foto prototipe iPhone 18 Pro yang seharusnya belum tersebar ke publik.
Perkembangan ini menandai pernyataan resmi pertama dari otoritas pemerintah India mengenai skala kerugian dari serangan siber tersebut. Investigasi ini bertujuan untuk memitigasi dampak kerusakan pada rantai pasok teknologi global.
Pihak berwenang telah mengonfirmasi bahwa insiden kebocoran data ini telah dilaporkan kepada Computer Emergency Response Team (CERT-In). Lembaga ini merupakan badan utama di bawah naungan pemerintah yang memiliki mandat untuk menangani segala isu terkait keamanan siber nasional.
Sekretaris Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India, S. Krishnan, memberikan konfirmasi mengenai dimulainya proses investigasi ini. "Kami sedang menyelidiki," ujar S. Krishnan, dikutip dari Reuters pada Senin (6/7/2026).
Kebocoran ini menimbulkan kekhawatiran besar karena dapat mengganggu stabilitas rantai pasok iPhone yang selama ini dijaga Apple dengan tingkat kerahasiaan yang sangat ketat di seluruh jaringan pemasok globalnya. Informasi yang terungkap dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Diperkirakan Apple akan memperkenalkan seri iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada bulan September mendatang, namun kebocoran ini sudah mengungkap enam dokumen spesifik yang mengidentifikasi perusahaan pembuat komponen untuk lini tersebut. Informasi ini biasanya tidak pernah diungkap secara resmi oleh Apple.
Sebelumnya, Tata Electronics telah mengambil langkah proaktif dengan menunjuk konsultan global untuk melaksanakan audit forensik menyeluruh terhadap insiden kebocoran data ini. Langkah ini diambil setelah dokumen rahasia dari perusahaan teknologi besar lain seperti Tesla, Qualcomm, dan TSMC ikut terdeteksi di dark web akibat kebocoran yang sama. Dilansir dari CNBC Indonesia.