TREN.BISNISMARKET.COM - Presiden Joko Widodo meminta Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, untuk segera menyampaikan kabar positif kepada publik terkait hasil lawatannya ke pusat-pusat keuangan dunia. Permintaan ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia.

Kabar baik yang dimaksud adalah kesuksesan penerbitan obligasi global perdana yang dilakukan oleh Danantara Indonesia. Penerbitan obligasi tersebut dilaporkan mendapatkan sambutan yang sangat kuat dari berbagai investor di tingkat internasional.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya telah menyampaikan kepada Presiden mengenai laporan hasil kunjungan kerja Rosan Roeslani ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Presiden menilai bahwa laporan tersebut mengindikasikan peningkatan kepercayaan dunia internasional terhadap perekonomian Indonesia.

Oleh karena itu, Presiden menginstruksikan agar perkembangan positif ini dapat disampaikan secara terbuka kepada masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengomunikasikan kemajuan ekonomi terkini.

Menindaklanjuti arahan Presiden, Rosan Roeslani mengumumkan bahwa Danantara berhasil menerbitkan obligasi global (global bond) dengan nilai total mencapai US$1,5 miliar. Nilai ini melampaui target awal yang ditetapkan sebesar US$1 miliar karena tingginya minat dari investor global.

Rosan menjelaskan bahwa permintaan (book building) yang masuk jauh melebihi ekspektasi awal mereka. "Dari rencana US$1 miliar yang ingin dicapai, book building yang masuk itu kurang lebih US$4,6 miliar. Sehingga melihat animo yang begitu tinggi akhirnya kami meningkatkan dari US$1 miliar menjadi US$1,5 miliar," kata Rosan dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (15/6/2026).

Keberhasilan penerbitan obligasi perdana Danantara ini didapatkan setelah perusahaan melakukan serangkaian roadshow di berbagai kota besar seperti Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York. Dalam rangkaian pertemuan tersebut, Danantara berhasil bertemu dengan sekitar 122 investor global.

Tidak hanya permintaan yang melampaui target, Danantara juga mampu mendapatkan tingkat kupon yang dianggap sangat kompetitif untuk pasar saat ini. Obligasi dengan tenor lima tahun diterbitkan pada kupon 5,35%, sementara tenor 10 tahun dipatok pada kupon 5,95%.

Menariknya, investor yang menjadi pembeli terbesar dalam penerbitan obligasi ini justru berasal dari Amerika Serikat. Rosan merinci bahwa untuk tenor 10 tahun, sebanyak 52% investor yang melakukan langganan (subscribe) berasal dari AS, diikuti oleh Eropa dan Timur Tengah sebesar 31%, serta Asia sebesar 17%.