TREN.BISNISMARKET.COM - Stanford SEED kembali membuka peluang bagi para pemilik bisnis skala menengah di Indonesia melalui program beasiswa khusus yang bertujuan meningkatkan performa perusahaan mereka. Inisiatif ini secara spesifik ditujukan bagi para pemimpin usaha yang memiliki ambisi untuk mencapai pengembangan bisnis yang bersifat eksponensial.

Program pelatihan bisnis global ini telah diumumkan secara resmi pada Selasa (12/5/2026) dan merupakan komitmen Stanford SEED untuk mendukung ekosistem bisnis lokal di Indonesia. Fokus utama program ini adalah membimbing para CEO dan founder agar mampu mengadopsi strategi bisnis tingkat dunia.

Country Director Stanford SEED Indonesia, Philip Setiadi, menegaskan komitmen mereka dalam menghadirkan pendidikan bisnis kelas atas langsung di Indonesia. "Kami menghadirkan pendidikan bisnis kelas dunia langsung ke Indonesia bagi para pengusaha, atau CEO dan founder yang siap mengembangkan perusahaan mereka," ujar Philip Setiadi di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Lebih lanjut, Philip Setiadi menjelaskan bahwa penawaran beasiswa ini merupakan bagian dari upaya mendorong kemajuan usaha lokal. "Apabila dalam program kali ini, kami juga menawarkan beasiswa bagi mereka yang memenuhi syarat," tambah Philip Setiadi.

Program ini mensyaratkan kualifikasi tertentu bagi calon peserta, di mana unit bisnis harus memiliki omzet tahunan berkisar antara Rp 5 miliar hingga Rp 230 miliar. Selain itu, peserta wajib memiliki tim manajemen inti minimal tiga orang yang berasal dari luar pemilik bisnis.

Kurikulum yang ditawarkan mencakup tujuh modul inti yang dirancang komprehensif, meliputi perancangan strategi model bisnis hingga aspek pengembangan kepemimpinan dan manajemen sumber daya manusia. Program ini hanya menuntut alokasi waktu lima hingga delapan jam per minggu dari pimpinan perusahaan agar tetap dapat mengelola operasional harian.

Philip Setiadi memaparkan data efektivitas program yang telah terbukti secara statistik dalam meningkatkan kapabilitas finansial peserta. "Sekitar 87% perusahaan peserta berhasil mendapatkan modal setelah menyelesaikan program, dengan peningkatan pendapatan median 29% dalam satu tahun," ungkap Setiadi.

Keberhasilan implementasi program di Indonesia juga terlihat nyata, di mana pada tahun 2025, sebanyak 56% perusahaan peserta berhasil memperluas jangkauan pasar mereka ke wilayah-wilayah baru. Secara kumulatif, para lulusan STP telah berhasil mengamankan pendanaan sebesar USD 2 miliar dalam bentuk pinjaman, ekuitas, dan hibah.

Zaky Muhammad Syah, Co-Founder & CEO dibimbing.id dan salah satu peserta angkatan pertama, memberikan kesaksian mengenai dampak transformatif program selama 10 bulan tersebut pada perusahaannya. "Perubahan paling berdampak yang saya lakukan adalah menerapkan fokus strategis dan struktur kepemimpinan yang jelas," ujar Zaky Muhammad Syah (Zack), Co-Founder & CEO dibimbing.id dan Cakrawala University.