TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku berhasil merampungkan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di 13 titik strategis Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Proyek vital ini merupakan bagian integral dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 Tahap III yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan nasional.
Pembangunan JIAT ini secara spesifik ditujukan untuk memastikan ketersediaan pasokan air yang memadai bagi lahan pertanian di wilayah tersebut. Dengan demikian, diharapkan sektor pertanian dapat mengalami peningkatan produktivitas yang signifikan, sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan di seluruh Indonesia.
Menteri PUPR, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa fokus utama dari pembangunan JIAT adalah untuk menjamin pasokan air bagi para petani. "Melalui JIAT ini, kita ingin memastikan ketersediaan air sehingga produktivitas pertanian meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat," ujar Dody Hanggodo dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pengembangan irigasi air tanah ini tidak hanya sekadar pembangunan sumur bor dan instalasi pompa. Proyek ini juga mencakup pembangunan jaringan saluran tersier yang dirancang secara cermat, disesuaikan dengan kontur lahan yang ada. Hal ini penting demi memastikan distribusi air yang merata dan efektif hingga ke lahan-lahan pertanian.
Salah satu bukti nyata keberhasilan proyek ini terlihat di Desa Latdalam, di mana para petani kini menikmati cakupan layanan irigasi seluas 108 hektare. Ketersediaan air yang lebih stabil ini telah membuka peluang besar bagi para petani untuk meningkatkan frekuensi tanam mereka sepanjang tahun.
Curcil B. Watumlawar, seorang anggota Kelompok Tani Desa Latdalam, mengungkapkan optimisme para petani terkait dampak positif JIAT. "Satu tahun kemarin itu kami cuma panen satu kali. Dan mungkin dengan adanya air, adanya sumur bor ini, kami selaku petani akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa melaksanakan panen dalam satu tahun bisa tiga kali," kata Curcil B. Watumlawar.
Secara teknis, proyek JIAT di Pulau Yamdena ini dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan dukungan anggaran dari APBN 2025 yang mencapai Rp24,4 miliar. Pengerjaan proyek ini meliputi pembangunan 13 unit rumah pompa, 13 unit pompa submersible bertenaga surya, serta 26 menara air.
Selain itu, infrastruktur penunjang lainnya yang terpasang adalah jaringan pipa high density polyethylene (HDPE) sepanjang 10,8 kilometer. Jaringan pipa ini dirancang untuk memastikan distribusi air yang efisien dan tahan lama.
Sepanjang tahun 2025, Kementerian PUPR mencatat telah merehabilitasi jaringan irigasi utama di 69 lokasi. Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) juga telah meningkatkan jaringan tersier di 441 lokasi, serta pembangunan JIAT di 45 titik di berbagai daerah.