TREN.BISNISMARKET.COM - Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan Amerika Serikat pada kisaran target 3,5% hingga 3,75%, sebuah keputusan yang diambil secara bulat oleh Federal Open Market Committee (FOMC). Keputusan ini menjadi latar belakang utama bagi Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk menyampaikan serangkaian agenda perubahan signifikan dalam pidato perdananya usai rapat FOMC yang rampung pada Rabu (17/6/2026) waktu AS.

Warsh menegaskan bahwa prioritas utama bank sentral di bawah kepemimpinannya adalah mengembalikan stabilitas harga, sejalan dengan peninjauan ulang mendalam terhadap berbagai kerangka kebijakan moneter yang telah digunakan selama ini. Meskipun ekonomi AS dinilai tumbuh solid didukung produktivitas dan investasi kuat, inflasi tetap menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi.

Menurut pengakuan Warsh, laju inflasi telah melampaui target 2% The Fed selama lebih dari lima tahun, yang secara signifikan membebani masyarakat Amerika. Hal ini mendorong komitmen tegas dari jajaran The Fed untuk segera memulihkan kondisi tersebut.

"Saya senang melaporkan bahwa anggota FOMC bersikap tegas dan bulat. Komite ini akan mewujudkan stabilitas harga," ujar Kevin Warsh dalam konferensi pers yang diadakan pada Kamis (18/6/2026) setelah rapat FOMC berakhir.

Perubahan kepemimpinan ini dimanfaatkan Warsh sebagai momentum krusial untuk mengevaluasi relevansi praktik kebijakan moneter yang ada terhadap tantangan ekonomi kontemporer yang dinamis. Salah satu perubahan paling radikal yang diumumkan adalah penghapusan instrumen forward guidance dari pernyataan resmi kebijakan The Fed.

Selama lebih dari satu dekade, forward guidance berfungsi sebagai sinyal arah kebijakan suku bunga di masa depan untuk membentuk ekspektasi pasar, pelaku usaha, dan rumah tangga. Namun, Warsh menilai bahwa pendekatan ini tidak lagi sesuai dengan kondisi pasar saat ini yang dicirikan oleh ketidakpastian tinggi dan perubahan ekonomi yang bergerak cepat.

"Yang juga tidak lagi ada adalah forward guidance, yang kami sepakati tidak cocok untuk kondisi kebijakan saat ini," ujar Kevin Warsh mengenai penghapusan panduan kebijakan ke depan tersebut.

Warsh juga mengambil langkah berbeda dari tradisi sebelumnya dengan tidak menyertakan proyeksi suku bunga pribadinya, atau yang dikenal sebagai dot plot, dalam Summary of Economic Projections (SEP). Ia berpendapat bahwa mekanisme dot plot dalam formatnya saat ini belum tentu memberikan kontribusi positif bagi proses pengambilan keputusan kebijakan.

Untuk memastikan reformasi berjalan komprehensif, Warsh mengumumkan pembentukan lima gugus tugas yang akan mengkaji aspek-aspek fundamental pelaksanaan kebijakan moneter. Kelima gugus tugas ini akan meninjau komunikasi The Fed, neraca bank sentral, sumber data ekonomi, produktivitas dan pasar tenaga kerja di era transformasi teknologi, serta kerangka inflasi.