TREN.BISNISMARKET.COM - XLSMART berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang sangat positif sepanjang tahun fiskal 2025, ditandai dengan pertumbuhan signifikan pada berbagai indikator utama. Kenaikan laba bersih menjadi sorotan utama dalam evaluasi kinerja perusahaan pasca-merger yang dilaksanakan baru-baru ini.
Kabar gembira ini disampaikan bertepatan dengan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Rabu, 20 Mei 2026. Agenda utama RUPST tersebut mencakup pengesahan laporan keuangan tahun sebelumnya dan penetapan auditor eksternal untuk tahun buku 2026.
Perusahaan membukukan pendapatan konsolidasi yang mencapai Rp42,49 triliun selama tahun 2025, menunjukkan pertumbuhan sebesar 23 persen dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya. Peningkatan pendapatan ini menjadi fondasi kuat bagi capaian positif lainnya.
Selain pendapatan, indikator profitabilitas kunci lainnya juga menunjukkan tren positif; EBITDA yang dinormalisasi berhasil menyentuh angka Rp20,14 triliun, yang berarti ada peningkatan sebesar 13 persen secara tahunan. Hal ini mengindikasikan efisiensi operasional yang semakin membaik.
Puncak kinerja terlihat pada laba bersih yang dinormalisasi, yang melonjak tajam hingga Rp3 triliun, mencerminkan pertumbuhan impresif sebesar 63 persen dibandingkan tahun 2024. Pertumbuhan laba yang substansial ini merupakan buah dari sinergi yang berhasil diimplementasikan pasca-merger.
Presiden Direktur dan CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menegaskan bahwa tahun 2025 adalah periode krusial dalam memperkuat fondasi transformasi perusahaan pasca-merger. Ia menekankan pentingnya dukungan pemegang saham dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Rajeev Sethi menyampaikan apresiasinya atas persetujuan yang diberikan dalam RUPST tersebut. "Dukungan pemegang saham melalui RUPST ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang lebih baik, memperkuat kualitas jaringan, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Rajeev Sethi dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Faktor penting lain yang menopang lonjakan laba adalah kemajuan signifikan dalam integrasi jaringan. Perusahaan melaporkan bahwa capaian sinergi pasca-merger telah mencapai 252 juta dolar AS selama periode kuartal kedua hingga kuartal keempat tahun 2025, melampaui ekspektasi awal manajemen.
Secara fisik, proses integrasi jaringan berjalan sesuai rencana strategis, dengan sekitar 70 persen dari total situs jaringan telah berhasil diintegrasikan hingga akhir tahun 2025. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas konektivitas bagi seluruh pelanggan di Indonesia.