TREN.BISNISMARKET.COM - PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri atau Tugure mencatat hasil investasi sebesar 17% hingga Juni 2026. Angka ini menunjukkan perlambatan dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan untuk periode tersebut.

Meskipun demikian, kinerja portofolio investasi Tugure masih terbantu oleh performa positif dari instrumen obligasi dan deposito. Kedua jenis investasi ini berperan penting dalam menjaga agar portofolio tetap dalam kondisi defensif di tengah fluktuasi pasar.

Torehan 17% di semester I tersebut baru mencapai sekitar 38% dari target investasi tahunan yang dipasang oleh perusahaan. Hal ini mengindikasikan adanya tantangan untuk mengejar sisa target di paruh kedua tahun 2026.

Koreksi pasar yang terjadi menjadi salah satu faktor utama yang menekan hasil investasi Tugure. Kondisi pasar yang bergejolak seringkali memberikan tekanan pada nilai aset investasi secara keseluruhan.

Namun, strategi investasi yang berfokus pada instrumen yang lebih stabil seperti obligasi dan deposito terbukti efektif dalam meminimalkan risiko kerugian. Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk menjaga stabilitas keuangan.

"Kinerja investasi kami hingga Juni 2026 memang tertekan oleh koreksi pasar," ujar Direktur Keuangan Tugure, Budi Santoso.

Beliau melanjutkan, "Meskipun demikian, kinerja obligasi dan deposito berhasil membantu menjaga portofolio tetap defensif."

Perlu dicatat bahwa pencapaian 17% ini masih menyisakan pekerjaan rumah bagi Tugure untuk mencapai target investasi tahunan mereka yang ambisius.

Perusahaan perlu mengevaluasi strategi dan mencari peluang investasi yang lebih agresif namun tetap terukur untuk mengejar ketertinggalan di sisa tahun ini.