TREN.BISNISMARKET.COM - Badan Bank Tanah (BBT) berhasil membukukan pertumbuhan aset yang cukup signifikan sepanjang tahun 2025. Peningkatan ini didukung oleh menguatnya nilai aset lancar serta perluasan aset tanah yang berada di bawah pengelolaan badan tersebut.

Dilansir dari Bisnis Indonesia pada Selasa (30/6/2026), total aset BBT pada penutupan tahun 2025 tercatat mencapai angka Rp3,37 triliun. Angka ini merepresentasikan kenaikan sekitar 16,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari posisi aset BBT di akhir tahun 2024 yang berada di angka Rp2,9 triliun.

Rincian neraca menunjukkan bahwa lonjakan aset ini utamanya ditopang oleh peningkatan aset lancar, yang naik dari Rp2,28 triliun menjadi Rp2,57 triliun. Selain itu, aset tidak lancar juga mengalami peningkatan, yaitu dari Rp621,25 miliar menjadi Rp805,36 miliar.

Pada sisi lain neraca, total ekuitas BBT juga menunjukkan tren positif, meningkat dari Rp2,84 triliun menjadi Rp3,33 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total liabilitas justru mengalami penurunan, menyusut dari Rp58,58 miliar menjadi Rp39,91 miliar.

Meskipun aset mengalami pertumbuhan, kinerja profitabilitas BBT pada tahun 2025 menunjukkan adanya koreksi. Badan Bank Tanah mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp11,77 miliar, yang mana angka ini jauh menurun dibandingkan realisasi laba pada tahun sebelumnya, yakni Rp69,84 miliar.

Terkait pendapatan, BBT sebenarnya berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan hingga Rp124,33 miliar pada periode yang sama. Hal ini merupakan kenaikan sekitar 7,8% dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang sebesar Rp115,29 miliar.

Kenaikan pendapatan tersebut ternyata diimbangi oleh lonjakan signifikan pada beban pokok pendapatan, yang membengkak dari Rp18,62 miliar menjadi Rp63,96 miliar. Akibatnya, laba bruto tertekan dan turun menjadi Rp60,37 miliar dari capaian Rp96,67 miliar di tahun 2024.

Tekanan pada profitabilitas juga terefleksi pada laba sebelum pajak penghasilan yang menurun drastis menjadi Rp15,34 miliar, berbeda jauh dengan perolehan Rp73,07 miliar pada tahun 2024. Setelah dikurangi berbagai beban pajak, laba bersih yang berhasil dibukukan BBT pada 2025 adalah sebesar Rp11,77 miliar.

Dari perspektif arus kas, posisi kas dan setara kas BBT pada akhir 2025 tercatat Rp1,39 triliun, mengalami sedikit penurunan dari posisi akhir 2024 sebesar Rp1,46 triliun. Penurunan ini dipengaruhi oleh arus kas operasional yang tercatat negatif sebesar Rp96,27 miliar, meski aktivitas investasi masih menyumbang arus kas bersih positif sebesar Rp34,36 miliar.