TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah skandal investasi ilegal di Amerika Serikat terungkap setelah seorang pria di Texas memanfaatkan informasi rahasia yang ia dengar dari percakapan telepon istrinya. Praktik ilegal ini menghasilkan keuntungan fantastis mencapai US$1,76 juta, atau setara dengan kurang lebih Rp 31,4 miliar.

Peristiwa ini berawal ketika Tyler Loudon, sang suami yang melakukan tindak kejahatan, secara tidak sengaja menguping percakapan antara istrinya dan atasan perusahaan melalui telepon di rumah mereka. Istrinya diketahui bekerja sebagai manajer merger dan akuisisi di BP, raksasa minyak dan gas asal Inggris.

Percakapan rahasia yang ia dengar berkaitan erat dengan rencana akuisisi perusahaan transportasi dan logistik, TravelCenters of America. Atas informasi tersebut, Loudon kemudian membeli sebanyak 46,50 lembar saham di perusahaan target akuisisi tersebut.

Pembelian saham ini dilakukan tanpa sepengetahuan istrinya, beberapa waktu sebelum pengumuman resmi dilakukan oleh pihak BP. Pada 16 Februari 2023, TravelCenters of America secara resmi mengumumkan persetujuan akuisisi oleh BP, yang seketika membuat harga sahamnya melonjak hingga 70,8%.

Segera setelah lonjakan harga tersebut, Loudon menjual seluruh saham yang dimilikinya dan meraup keuntungan besar dari transaksi ilegal tersebut. Kasus ini kemudian menarik perhatian Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) yang mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik Selatan Texas.

Loudon akhirnya mengakui kesalahannya atas tuduhan penipuan tersebut dan telah mencapai kesepakatan parsial dengan SEC terkait kasus yang menjeratnya. Pengacara Tyler Loudon, Peter Zeidenberg, menyampaikan penyesalan atas tindakan kliennya tersebut.

"Tyler Loudon membuat kesalahan besar dalam pengambilan keputusan dan dia bertanggung jawab penuh," kata pengacara Tyler Loudon, Peter Zeidenberg, dikutip dari New York Times, beberapa waktu yang lalu, dikutip Minggu (28/6/2026).

Jaksa federal menegaskan bahwa Loudon seharusnya mengetahui atau sangat ceroboh karena mengabaikan fakta bahwa informasi yang ia dengar mengenai kesepakatan akuisisi tersebut bersifat rahasia. Istrinya telah mengerjakan detail usulan akuisisi tersebut sejak awal tahun 2022 dan mereka bekerja dari rumah (WFH) dalam jarak yang sangat berdekatan.

Loudon juga sempat memberi tahu istrinya tentang pembelian saham tersebut, namun tidak merinci jumlah saham yang dibeli atau total keuntungan yang diperolehnya. Setelah pengakuan Loudon, hubungan rumah tangga mereka pun hancur.