TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah melalui Komisi Pengawas Digital (Komdigi) terus memberikan perhatian serius terhadap perkembangan infrastruktur telekomunikasi di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pasca diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7. Fokus utama saat ini adalah memastikan layanan komunikasi dapat segera beroperasi normal kembali demi kepentingan publik dan koordinasi darurat.

Peristiwa alam tersebut diketahui telah menimbulkan dampak signifikan terhadap sejumlah perangkat vital yang menopang konektivitas seluler di daerah terdampak. Secara spesifik, sebanyak 29 unit Base Transceiver Station (BTS) dilaporkan mengalami gangguan fungsi akibat guncangan gempa tersebut.

Komdigi mengambil peran aktif sebagai garda terdepan dalam mengawal setiap tahapan proses pemulihan jaringan telekomunikasi di Sulawesi Tengah. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir dampak panjang gangguan komunikasi terhadap aktivitas masyarakat dan penanganan kebencanaan.

Sejauh ini, kinerja tim teknis di lapangan telah menunjukkan perkembangan positif dalam upaya perbaikan infrastruktur yang rusak. Dari total 29 BTS yang terdampak, tercatat ada delapan unit di antaranya yang telah berhasil dipulihkan fungsinya.

Proses pemulihan ini melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari operator telekomunikasi hingga dukungan teknis dari otoritas regulator. Pemulihan delapan BTS tersebut menandakan langkah awal yang menjanjikan dalam mengembalikan konektivitas di beberapa titik vital.

Komdigi menegaskan komitmennya untuk terus memantau setiap perkembangan secara ketat hingga seluruh infrastruktur telekomunikasi kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini penting untuk mendukung proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di Sulteng.

"Komdigi terus memantau proses pemulihan telekomunikasi di Sulawesi Tengah, imbas gempa M 6,7," ujar perwakilan Komdigi, menyoroti fungsi pengawasan mereka terhadap situasi pasca-bencana.

Lebih lanjut, mengenai progres pemulihan, disampaikan bahwa dari total kerusakan, "29 BTS terdampak, 8 di antaranya sudah pulih," kata pihak terkait, mengindikasikan bahwa lebih dari seperempat total kerusakan telah teratasi.

Dilansir dari data teknis terbaru, fokus pemulihan selanjutnya diarahkan pada 21 BTS yang masih belum dapat beroperasi penuh. Langkah cepat sangat diperlukan mengingat pentingnya komunikasi di masa transisi pasca-bencana alam tersebut.