TREN.BISNISMARKET.COM - PT Raharja Energi Madura (REM), yang merupakan entitas anak dari PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), telah berhasil mengamankan fasilitas pinjaman bilateral dengan nilai signifikan. Perusahaan yang berafiliasi dengan Happy Hapsoro ini memperoleh komitmen pendanaan senilai US$ 109,2 juta, setara dengan kurang lebih Rp1,9 triliun.
Fasilitas pinjaman bilateral dengan nilai pokok yang besar ini dikucurkan oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Proses pengamanan dana ini terealisasi setelah penandatanganan perjanjian kredit antara REM dan Bank Mandiri.
Dana segar yang diperoleh ini direncanakan akan dialokasikan seluruhnya oleh manajemen RATU untuk keperluan ekspansi bisnis. Secara spesifik, dana tersebut akan digunakan oleh REM untuk mendanai akuisisi penuh atas kepemilikan saham di SMS Development Limited.
Akuisisi tersebut memiliki implikasi strategis yang penting bagi REM dan induknya. Pasalnya, akuisisi ini akan memberikan hak partisipasi sebesar 20% kepada REM dalam Production Sharing Contract (PSC) Selat Madura.
PSC Selat Madura tersebut saat ini dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Perusahaan Raharja Energi Cepu (RATU), Supriyanti Priandini, dalam keterangan resminya pada hari Senin, 25 Mei 2026.
"Akuisisi tersebut secara tidak langsung akan memberikan hak partisipasi sebesar 20% kepada REM atas Production Sharing Contract Selat Madura (PSC Selat Madura), yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML)," ungkap Sekretaris Perusahaan Raharja Energi Cepu (RATU), Supriyanti Priandini.
Dalam kerangka kesepakatan pendanaan ini, RATU mengambil peran sebagai penjamin korporasi. Emiten dengan kode saham RATU ini memegang tanggung jawab penuh atas seluruh kewajiban keuangan yang diemban oleh REM kepada Bank Mandiri.
Manajemen RATU menyatakan optimisme tinggi mengenai kemampuan mereka dalam mengelola fasilitas kredit yang baru diperoleh ini. Mereka meyakini bahwa pembayaran pinjaman dapat dipenuhi secara lancar melalui arus kas operasional REM. Arus kas tersebut bersumber dari hak bagian produksi yang diperoleh dari PSC Selat Madura.
Langkah ekspansi di blok Madura ini semakin memperkuat rekam jejak aksi korporasi RATU di sektor energi. Sebelumnya, RATU melalui anak usahanya, PT Raharja Energi Negeri (REN), juga telah mengambil alih 5% hak partisipasi di Wilayah Kerja (WK) Kasuri.