TREN.BISNISMARKET.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah mempersiapkan sebuah transformasi besar di kawasan Manggarai, Jakarta Pusat. Rencana strategis ini bertujuan menjadikan area tersebut sebagai Pusat Bisnis Terpusat (CBD) kedua di ibu kota, menyaingi reputasi Sudirman Central Business District (SCBD).

Pengembangan ambisius ini mencakup lahan seluas 62 hektare yang akan dirancang secara komprehensif. Konsep utama yang diusung adalah Transit Oriented Development (TOD), memastikan integrasi maksimal antara transportasi publik dengan berbagai fasilitas penunjang.

Fasilitas yang direncanakan mencakup pembangunan apartemen, kawasan komersial, pusat bisnis, sarana olahraga, hingga area hiburan premium. Hal ini bertujuan menciptakan ekosistem yang hidup dan terintegrasi di Manggarai.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa pembedaan Manggarai dari proyek hunian vertikal lain terletak pada kelengkapan fasilitas komersial dan bisnis yang akan disediakan.

"Kawasan Manggarai ini kita mempunyai 62 hektare yang akan kita desain itu akan menjadi CBD keduanya Jakarta, setara SCBD. Jadi, nanti ke depannya itu tidak hanya seperti Kalibata yang hanya ada vertikal building-nya saja, tapi ini nanti juga ada kawasan komersialnya, kemudian ada kawasan bisnisnya, ada tempat olahraga dan leisure juga," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.

Proyek pembangunan CBD baru ini ternyata merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Republik Indonesia. Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus agar kawasan tersebut dilengkapi dengan fasilitas kelas atas.

"Jadi, bapak presiden itu berpesan kepada saya, tolong itu didesain menjadi CBD Jakarta yang kedua, yang di situ kalau perlu itu ada convention hall bintang lima, ya, hotel bintang lima, dan kawasan leisure yang bintang lima juga," kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.

Proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap, di mana tahap awal akan fokus pada pengembangan lahan seluas 2,2 hektare. Tahap pertama ini dijadwalkan mendirikan tiga tower apartemen di atas area seluas 8.000 meter persegi.

Selanjutnya, pembangunan akan memasuki tahap kedua yang akan melibatkan pembangunan delapan tower apartemen di atas lahan seluas 1,6 hektare. Bobby Rasyidin menargetkan percepatan pembangunan agar segera dapat dinikmati masyarakat.