TREN.BISNISMARKET.COM - Dua ekor bebek ditemukan mengapung tak bernyawa di permukaan kolam refleksi nasional yang baru selesai direnovasi di Washington D.C. Peristiwa ini menambah panjang daftar masalah yang menyelimuti monumen yang sangat dibanggakan oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump.
Kolam seluas lebih dari 8 hektare tersebut menjadi sorotan publik sejak April 2026, ketika Trump mengumumkan proyek pelapisan ulang dasar kolam dengan cat berwarna biru khusus yang ia deskripsikan sebagai "biru bendera Amerika". Keputusan ini segera memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Kelompok pelestari lingkungan dan sejarah mengajukan gugatan hukum karena menilai proses renovasi tersebut telah merusak tampilan asli situs bersejarah yang seharusnya dijaga kelestariannya. Mereka khawatir perubahan mendasar ini akan mengganggu keseimbangan ekosistem yang sudah lama terbentuk.
Setelah proses pengecatan selesai dan kolam diisi ulang, masalah pertama yang muncul adalah pertumbuhan lumut hijau yang sangat cepat, padahal Trump menjanjikan air akan tetap jernih dan memantulkan monumen dengan sempurna. Kondisi air kemudian berubah keruh dengan penurunan drastis kadar oksigen.
Faktor-faktor lingkungan seperti penurunan oksigen dan perkembangbiakan bakteri inilah yang diduga kuat menjadi penyebab utama kematian satwa air, termasuk dua bebek yang ditemukan tewas baru-baru ini. Selain itu, lapisan cat dasar kolam mulai mengelupas menjadi serpihan kecil yang mengambang dan mengendap.
Proyek renovasi senilai US$14,8 juta tersebut dikerjakan tanpa melalui proses lelang terbuka atau penilaian kelayakan lingkungan yang ketat, memicu dugaan pencemaran. Pengamat lingkungan menduga zat kimia dari cat telah larut dan mencemari ekosistem air, menjadikannya tidak layak huni bagi bebek dan ikan.
Kontroversi juga terjadi ketika aparat menangkap sejumlah warga yang mencoba mengambil atau menyentuh serpihan cat yang mengelupas dari dasar kolam. Sedikitnya lima orang ditahan dan lima lainnya menerima surat peringatan atas tuduhan merusak aset negara.
Salah satu individu yang ditahan adalah mantan atlet Olimpiade, David Hearn, yang mengklaim hanya ingin memeriksa kondisi lapisan yang terlihat rusak. Kritikus menilai penangkapan tersebut berlebihan mengingat kolam tersebut merupakan fasilitas umum yang biasanya dapat diakses pengunjung.
Menurut The Hill, penemuan dua bangkai bebek ini semakin memperpanjang kontroversi, terutama meningkatkan kekhawatiran serius mengenai kualitas air kolam refleksi tersebut.