TREN.BISNISMARKET.COM - Industri multifinance di Tiongkok berhasil mencatatkan kinerja finansial yang mengesankan dengan meraup laba bersih sebesar Rp 10,47 triliun hingga bulan Mei tahun 2026.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 13,25% dibandingkan periode sebelumnya, mengindikasikan tren positif dalam sektor pembiayaan non-bank ini.

Pencapaian laba bersih yang fantastis ini tidak terlepas dari berbagai faktor ekonomi dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui pernyataannya, membeberkan beberapa pemicu utama di balik keuntungan signifikan yang berhasil diraih oleh perusahaan-perusahaan multifinance.

"Peningkatan laba bersih multifinance didorong oleh beberapa faktor, termasuk pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang berkelanjutan dan efisiensi operasional yang terus ditingkatkan oleh para pelaku industri," ujar Ali, seorang analis senior di OJK.

Selain itu, kondisi pasar yang kondusif dan adaptasi model bisnis yang inovatif juga turut berkontribusi pada performa positif tersebut.

"Kami melihat adanya peningkatan permintaan produk multifinance, terutama untuk sektor produktif dan konsumsi, yang didukung oleh stabilitas ekonomi makro," tambah Ali.

Perusahaan multifinance telah berupaya keras untuk mengelola risiko kredit dengan lebih baik, yang tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah (NPL) yang tetap terjaga.

"Manajemen risiko yang prudent menjadi kunci utama dalam menjaga profitabilitas di tengah dinamika pasar yang ada," jelas Ali lebih lanjut.