TREN.BISNISMARKET.COM - Bank OCBC NISP menunjukkan optimisme tinggi terhadap pertumbuhan bisnis wealth management mereka di masa mendatang. Proyeksi ambisius menargetkan dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) dapat menyentuh angka Rp120 triliun.

Target besar ini diharapkan dapat terealisasi sepenuhnya pada penghujung tahun 2025 mendatang. Peningkatan AUM ini sejalan dengan strategi bank dalam mengadopsi teknologi dan layanan digital yang semakin masif.

Faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah pergeseran perilaku nasabah yang kini lebih memilih transaksi melalui platform digital. Bank memprediksi bahwa proporsi transaksi wealth management yang dilakukan secara digital akan mencapai 44% pada tahun 2025.

Digitalisasi menjadi kunci utama dalam mencapai target tersebut, mengingat kemudahan akses dan efisiensi yang ditawarkan oleh layanan berbasis teknologi. Hal ini menunjukkan adaptasi cepat industri perbankan terhadap era transaksi nirsentuh.

Untuk melayani kebutuhan nasabah yang beragam, OCBC NISP telah menyiapkan struktur layanan yang terbagi dalam tiga segmen spesifik. Pembagian segmen ini bertujuan untuk memberikan solusi investasi yang lebih terpersonalisasi.

"OCBC NISP menawarkan tiga segmen layanan," merupakan poin penting yang menggarisbawahi diferensiasi layanan yang disiapkan bank untuk nasabah prioritas dan affluent. Pembagian ini memastikan setiap segmen mendapatkan perhatian sesuai profil risiko dan kebutuhan finansialnya.

Dikutip dari informasi yang tersedia, pertumbuhan signifikan ini tidak lepas dari upaya berkelanjutan bank dalam memperkuat infrastruktur digitalnya. Ini menjadi jawaban atas kebutuhan nasabah akan layanan yang cepat dan transparan.

Pencapaian target AUM Rp120 triliun pada tahun 2025 akan menjadi indikator keberhasilan strategi digitalisasi yang diterapkan oleh OCBC NISP dalam sektor wealth management mereka.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Keuangan.kontan. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.