TREN.BISNISMARKET.COM - Para pemilik kendaraan seringkali melakukan kebiasaan menginjak pedal gas secara berlebihan saat memanaskan mesin mobil, sebuah tindakan yang ternyata membawa dampak buruk signifikan. Kebiasaan ini diklaim dapat mempercepat keausan komponen internal kendaraan serta memicu pemborosan bahan bakar yang tidak perlu.
Hal ini diungkapkan oleh Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady, dalam sebuah kesempatan pembahasan mengenai perawatan otomotif. Dikutip dari Otomotif Kompas.com, ia menekankan pentingnya pemahaman filosofis di balik proses pemanasan mesin.
"Manasin mesin itu ya enggak boleh digas pol. Jadi harus tahu filosofi manasin mesin," ujar Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada.
Tujuan utama dari memanaskan kendaraan adalah memastikan suhu mesin mencapai temperatur kerja ideal yang telah ditentukan oleh pabrikan. Ketika mesin masih dalam kondisi dingin, efisiensi pembakaran di dalamnya masih rendah, yang secara otomatis menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Lebih lanjut, Jayan menjelaskan bahwa pemanasan mesin juga berfungsi untuk menjamin sirkulasi pelumas. Hal ini penting agar oli dapat menjangkau dan melumasi seluruh komponen mesin secara merata setelah lama mengendap.
"Hal yang kedua, supaya sirkulasi pelumas dapat melumasi seluruh komponen dengan baik setelah pelumas terendap cukup lama," kata Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada.
Jayan memaparkan bahwa ada perbedaan mendasar antara mobil modern dengan sistem injeksi dan mobil lama bertipe karburator. Sistem injeksi yang dikendalikan komputer mampu melakukan penyesuaian suplai bahan bakar secara otomatis berdasarkan suhu mesin yang terbaca.
"Kalau mesin-mesin modern (injetion yang sudah dikendalikan komputer) mungkin bisa dibilang sudah tidak perlu-perlu banget warming up. Tapi saran saya minimal 30 detik dalam kondisi idle sudah cukup ya," ucap Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada.
Sebaliknya, mesin karburator memerlukan durasi pemanasan yang lebih lama karena belum memiliki kompensasi suhu otomatis seperti sistem injeksi. Mesin baru akan bekerja efisien ketika suhu operasionalnya telah tercapai.