TREN.BISNISMARKET.COM - Pada Senin, 18 Mei 2026, para investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki kesempatan terakhir untuk mengamankan hak atas dividen dari empat perusahaan yang masuk periode cum date hari ini. Momen ini sangat krusial bagi pemodal yang menargetkan pendapatan pasif dari investasi saham mereka.

Periode cum dividen date merupakan penanda hari terakhir bagi investor untuk membeli saham dan tetap berhak menerima pembagian dividen yang telah ditetapkan emiten. Investor wajib memastikan kepemilikan saham hingga tanggal pencatatan (record date) untuk mengklaim bagian keuntungan tersebut.

Empat emiten yang dijadwalkan memasuki batas waktu pembelian saham untuk dividen hari ini adalah PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), dan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL).

Beberapa di antara saham-saham tersebut menawarkan dividend yield yang sangat menarik, bahkan ada yang mendekati angka 10 persen. Daya tarik ini secara signifikan lebih tinggi dibandingkan instrumen investasi konvensional seperti deposito bank.

Sebagai perbandingan, suku bunga deposito di bank-bank umum pada Mei 2026 terpantau berada di kisaran 2% hingga 3%. Hal ini menunjukkan bahwa potensi yield dividen dari emiten-emiten ini dapat mencapai empat kali lipat keuntungan bunga deposito.

PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) akan membagikan dividen interim senilai total Rp 141,61 miliar, yang berarti setiap lembar saham akan mendapatkan Rp 16,57. Proyeksi yield YUPI berdasarkan harga penutupan Rp 1.530 pada Rabu (13/5/2026) diperkirakan mencapai 1,08%.

Dilansir dari Stocksetup, "Cum dividen date menjadi hari terakhir bagi investor untuk membeli saham agar mendapatkan hak dividen." Hal ini menggarisbawahi pentingnya momentum hari ini bagi para pemburu dividen.

Sementara itu, PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) berencana mengucurkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 95,19 miliar, atau setara Rp 35 per lembar saham. Dengan harga saham SHIP saat itu Rp 2.180, proyeksi yield-nya mencapai 1,61%.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) mengalokasikan dividen tunai total Rp 850,17 miliar, atau Rp 56,62 per saham. BJTM menjadi sorotan karena proyeksi yield-nya diperkirakan menyentuh 9,68% dengan harga saham Rp 585.