TREN.BISNISMARKET.COM - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 23 Juli 2026, mencatat kinerja positif yang patut diperhitungkan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melesat, menunjukkan kekuatan pasar pada sesi tersebut.
Pada pukul 10:02 WIB, IHSG tercatat mengalami penguatan sebesar 1,12%. Angka ini membawa indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut menembus level psikologis penting, yaitu 6.400 poin.
Kondisi pasar yang menguat ini terjadi bersamaan dengan pergerakan nilai tukar Rupiah yang menunjukkan tren pelemahan. Tercatat, pada waktu yang sama, Rupiah diperdagangkan pada angka Rp 17.895 per Dolar Amerika Serikat.
Fenomena penguatan IHSG ini disinyalir tidak terlepas dari keputusan penting di pasar keuangan domestik. Bank Indonesia (BI) dilaporkan menahan suku bunga acuannya.
Keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan ini menjadi salah satu faktor kunci yang mendorong optimisme investor di pasar saham. Kebijakan ini seringkali diartikan sebagai sinyal stabilitas ekonomi.
Sementara itu, di pasar komoditas global, terdapat dinamika yang menarik perhatian. Harga sejumlah komoditas energi dan logam mulia dilaporkan mengalami kenaikan.
Harga minyak mentah tercatat beranjak naik. Selain itu, harga emas dan perak juga menunjukkan tren peningkatan pada periode yang sama.
Kenaikan harga komoditas ini diperkirakan berkaitan erat dengan memanasnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ketidakpastian di wilayah tersebut kerap memicu volatilitas di pasar energi.
Selengkapnya mengenai analisis pergerakan pasar ini dapat disimak dalam ulasan Shafinaz Nachiar dalam program Profit di CNBC Indonesia. Ulasan tersebut disampaikan pada Kamis, 23 Juli 2026.