TREN.BISNISMARKET.COM - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mengumumkan bahwa laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penurunan signifikan pada kuartal I tahun 2026. Angka perolehan laba bersih tercatat sebesar US$54,5 juta dalam periode Januari hingga Maret 2026.
Penurunan laba ini terlihat jelas jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni kuartal I-2025, di mana perusahaan berhasil mencatatkan laba sebesar US$64,9 juta. Perbandingan ini menunjukkan adanya tekanan pada profitabilitas perusahaan selama tiga bulan pertama tahun fiskal 2026.
Dilansir dari Investor Daily pada Rabu (13/5/2026), penurunan laba bersih ini terjadi meskipun volume penjualan batu bara perusahaan menunjukkan pertumbuhan positif. Secara tahunan (yoy), volume penjualan ITMG berhasil naik sebesar 6 persen, mencapai total 6,3 juta ton.
Namun, faktor utama yang menekan perolehan laba adalah terkoreksinya harga jual rata-rata (ASP) batu bara yang menjadi komoditas utama perusahaan. Harga jual rata-rata pada kuartal I-2026 berada di level US$79 per ton, lebih rendah dari US$82 per ton pada kuartal I-2025.
Akibatnya, pendapatan ITMG hanya mengalami kenaikan sangat tipis, yaitu sebesar 3 persen, dari US$482 juta menjadi US$497 juta pada kuartal pertama tahun 2026. Kenaikan pendapatan yang moderat ini tidak mampu mengimbangi penurunan margin akibat harga jual yang lebih rendah.
Dari sisi operasional, produksi batu bara perusahaan selama Januari hingga Maret 2026 justru mengalami penurunan menjadi 4,7 juta ton. Angka ini lebih rendah dari realisasi periode sebelumnya yang mencapai 5,3 juta ton, yang disebabkan oleh kendala tingginya curah hujan yang mempengaruhi aktivitas penambangan.
Beban pokok pendapatan ITMG tercatat mengalami kenaikan sebesar 5 persen secara tahunan, sejalan dengan peningkatan volume penjualan yang berhasil dicapai perusahaan. Selain itu, perusahaan juga menyetorkan kewajiban royalti kepada pemerintah sebesar US$58 juta pada kuartal I-2026, meningkat 9 persen dari periode tahun sebelumnya.
Dari tinjauan neraca keuangan per 31 Maret 2026, total aset perseroan berada di angka US$2.405 juta. Sementara itu, posisi likuiditas perusahaan masih kuat dengan kas dan setara kas mencapai US$747 juta.
Total ekuitas perusahaan menunjukkan tren positif dengan peningkatan menjadi US$1.925 juta, yang didorong oleh bertambahnya saldo laba ditahan perusahaan. Hal ini menunjukkan fundamental neraca yang sehat meski laba bersih terkoreksi.