TREN.BISNISMARKET.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini merilis data terbaru mengenai pergerakan penumpang transportasi pada Mei 2026. Data menunjukkan adanya kontraksi signifikan pada sektor angkutan udara internasional jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara spesifik, jumlah penumpang yang menggunakan jasa penerbangan internasional pada Mei 2026 tercatat menurun sebesar 6,41% apabila dibandingkan secara tahunan dengan Mei 2025. Penurunan ini menarik perhatian karena terjadi bersamaan dengan peningkatan pergerakan penumpang secara bulanan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, memaparkan bahwa total penumpang angkutan udara internasional pada bulan Mei 2026 mencapai angka 1,65 juta orang. Angka ini menunjukkan adanya pemulihan dibandingkan bulan sebelumnya, April 2026.
"Angka tersebut meningkat 5,98% dibandingkan April 2026, tetapi masih lebih rendah dibandingkan Mei 2025," ujar Ateng Hartono saat memberikan keterangan pers pada Selasa (1/7/2026).
Lebih lanjut, Ateng Hartono menggarisbawahi bahwa mayoritas moda transportasi mengalami peningkatan secara tahunan, kecuali dua sektor utama transportasi udara. "Secara tahunan, sebagian besar moda transportasi mengalami peningkatan. Hanya moda angkutan udara domestik dan angkutan udara internasional yang mengalami penurunan, masing-masing menurun sebesar 9,22% dan juga 6,41%," kata Ateng Hartono.
Menariknya, angkutan udara internasional menjadi satu-satunya moda transportasi penumpang yang berhasil membukukan pertumbuhan positif jika dilihat dari pergerakan bulanan pada Mei 2026. Berbeda dengan udara internasional, angkutan udara domestik justru mengalami kontraksi cukup dalam.
Terungkapnya Cuan Miliaran Dolar Donald Trump dari Bisnis Kripto Picu Debat Etika Kepresidenan
Angkutan udara domestik mencatatkan penurunan jumlah penumpang sebesar 10,11% secara bulanan, sehingga totalnya berada di angka 4,11 juta orang. Secara tahunan, moda ini juga menyusut 9,22% dibandingkan Mei 2025.
Dilansir dari Bisnis.com, sektor angkutan laut domestik masih menunjukkan performa yang relatif stabil meskipun terjadi penurunan bulanan. Jumlah penumpang mencapai 2,66 juta orang, turun 8,23% dibanding April 2026, namun tumbuh 6,45% secara tahunan.
Sementara itu, moda transportasi berbasis rel menunjukkan peningkatan yang konsisten. Penumpang kereta api tercatat sebanyak 46,96 juta orang, menandai penurunan 2,73% secara bulanan, namun tetap mengalami peningkatan 4,17% dibandingkan Mei 2025.