TREN.BISNISMARKET.COM - Peristiwa tak terduga terjadi di Brasil pada Jumat malam (19/6/2026), ketika jutaan ponsel secara tiba-tiba menerima siaran peringatan darurat yang tidak semestinya. Kejadian ini merupakan hasil dari aksi peretasan massal yang terdeteksi menyasar sistem peringatan darurat nasional di beberapa wilayah negara tersebut.
Insiden ini pertama kali tercatat pada pukul 23:40 waktu setempat di negara bagian Parana, sebelum kemudian menyebar ke wilayah lain. Wilayah terdampak meliputi Sao Paulo, Rio de Janeiro, Brasilia, Bahia, Para, Mato Grosso do Sul, dan Acre, menunjukkan skala serangan yang signifikan.
Pesan misterius yang dikirimkan berisi teks spesifik, yaitu kata 'misantropi4'. Kata ini merupakan modifikasi dari istilah Portugis 'misantropia', yang merujuk pada kebencian atau rasa jijik terhadap umat manusia, dengan mengganti huruf 'a' terakhir dengan angka 4.
Meskipun pesan tersebut tidak mengandung instruksi berbahaya secara eksplisit, kehadirannya melalui notifikasi darurat menyebabkan kepanikan di kalangan masyarakat yang terbangun oleh suara peringatan tersebut. Diperkirakan setidaknya 30 juta pengguna ponsel menjadi penerima pesan yang mengganggu ini, menurut informasi dari media Jerman, Ad-hoc-News.
Sekretaris Nasional Perlindungan dan Pertahanan Sipil Brasil, Wolnei Wolff, mengonfirmasi bahwa mereka telah melacak 10 peringatan yang berbeda di berbagai negara bagian. Sebagian besar pesan tersebut dikirim melalui sistem siaran seluler, meskipun ada juga yang terdeteksi melalui SMS biasa.
Wolff menyoroti dampak serius insiden ini terhadap kredibilitas sistem keamanan publik. "Kejadian ini sangat buruk untuk sistem, karena kita berurusan dengan keselamatan masyarakat saat mengeluarkan peringatan," jelas Wolff, dilansir dari The Next Web.
Menanggapi situasi tersebut, otoritas segera mengambil tindakan pemblokiran terhadap sistem siaran seluler (Cell Broadcast) yang menjadi vektor serangan. Akses terhadap platform tersebut sempat direbut kembali oleh para peretas sebelum akhirnya ditutup sepenuhnya pada pukul 01:30 pagi waktu setempat.
Platform Cell Broadcast tersebut tetap ditangguhkan hingga kondisi berhasil dipulihkan sepenuhnya oleh pihak berwenang. Sistem ini baru diamanatkan oleh regulator pada tahun 2022 dan baru mulai diujicobakan secara terbatas di 11 kota pada Agustus 2024.
Perluasan penggunaan teknologi Cell Broadcast secara nasional baru diresmikan pada Oktober 2025 lalu. Teknologi ini dirancang untuk mengirimkan peringatan langsung ke semua perangkat dalam jangkauan menara seluler tanpa memerlukan nomor ponsel atau pendaftaran sebelumnya.