TREN.BISNISMARKET.COM - Industri ponsel pintar kelas atas sedang menyaksikan persaingan ketat di sektor fotografi, di mana iPhone 17 Pro Max sebelumnya memegang standar industri berkat kemampuan Triple Kamera Fusion 48 MP dan zoom optik 8x yang andal. Perangkat tersebut juga dikenal unggul dalam stabilisasi perekaman video hingga format 4K 100 fps.

Namun, persaingan ini semakin memanas karena beberapa produsen ponsel Android mulai menyematkan teknologi kamera yang sangat mumpuni untuk menandingi performa Apple. Mereka berupaya melampaui rivalnya dengan mengintegrasikan sensor berukuran 1 inci dan bekerja sama dengan produsen lensa optik ternama seperti Leica dan ZEISS.

Dilansir dari Suara, saat ini terdapat tiga rekomendasi ponsel Android kelas flagship yang membawa spesifikasi kamera revolusioner untuk secara langsung bersaing dengan keunggulan kamera iPhone 17 Pro Max. Ketiga ponsel ini menunjukkan evolusi signifikan dalam teknologi pencitraan perangkat bergerak.

Salah satu penantang utama adalah perangkat yang mengandalkan kolaborasi strategis dengan produsen lensa legendaris ZEISS, di mana sektor fotografinya diperkuat oleh sensor utama beresolusi masif 200 MP. Pemrosesan gambar pada perangkat ini didukung oleh chip V3 Plus buatan mandiri, serta lensa periskop telefoto 50 MP untuk kebutuhan foto bokeh yang natural.

Vivo juga melengkapi perangkat ini dengan fitur ZEISS Cinematic Modes yang diklaim mampu menyajikan rekaman video dengan visual khas layar lebar, didukung kamera depan 50 MP dan sistem stabilitas OIS tingkat lanjut. Perangkat ini dipasarkan dengan kisaran harga sekitar Rp18 jutaan, menandai komitmen serius dalam kualitas visual.

Sementara itu, Xiaomi 17 Ultra hadir melalui kolaborasi dengan Leica, menyematkan sensor Light Fusion berukuran 1 inci yang mampu menghasilkan efek kedalaman spasial yang dinilai lebih natural. Kemampuan pembesaran gambar perangkat ini ditopang oleh kamera periskop 200 MP menggunakan sensor ISOCELL HPE, yang memfasilitasi fitur continuous optical zoom.

Xiaomi 17 Ultra mendukung perekaman video hingga resolusi 8K pada kecepatan 30 fps, serta format 4K hingga 120 fps, menjadikannya pesaing serius dalam hal kapabilitas video. Ponsel ini dibanderol dengan harga yang berkisar antara Rp19 juta hingga Rp22 juta, tergantung konfigurasi yang dipilih.

Ponsel ketiga, Huawei Pura 80 Ultra, menonjolkan keunggulan mekanis berupa Aperture Variabel Mekanis yang memungkinkan pengguna mengubah bukaan lensa secara fisik dari f/1.4 hingga f/4.0 sesuai kondisi pencahayaan. Sistem transisi pembesaran gambar diklaim sangat mulus berkat dua lensa telefoto dengan kemampuan zoom 3.7x dan 9.4x.

Dikutip dari Suara, perangkat ini juga menyertakan fitur Ultra Speed Snapshot yang sangat berguna untuk memotret objek bergerak cepat tanpa menghasilkan gambar yang kabur. Spesifikasi utamanya mencakup penerapan teknologi pencitraan XMage, sensor berukuran 1 inci, serta kapabilitas foto makro yang sangat mendetail, dengan harga jual sekitar Rp20 juta hingga Rp22 jutaan.