TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan signifikan terlihat dalam ekosistem aset kripto di Indonesia, di mana jumlah investor tercatat mencapai angka fantastis hingga pertengahan tahun 2026. Data terbaru menunjukkan bahwa basis investor telah menembus 22,4 juta orang per Mei 2026.
Angka ini merepresentasikan peningkatan yang cukup substansial, yaitu tumbuh sebesar 3,17 persen secara month to date (mtd) atau dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Pertumbuhan ini menegaskan minat masyarakat Indonesia yang terus meningkat terhadap instrumen investasi aset keuangan digital.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara spesifik melaporkan bahwa pada bulan Mei 2026, nilai total transaksi aset kripto di dalam negeri berhasil menyentuh angka Rp23,01 triliun. Selain itu, transaksi derivatif aset keuangan digital (AKD) juga menunjukkan pergerakan berarti, yakni tercatat sebesar Rp5,69 triliun.
Pertumbuhan ini terjadi seiring dengan upaya pengawasan dan pengembangan ekosistem yang dilakukan oleh regulator. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pasar kripto rentan terhadap fluktuasi, minat dan kepercayaan konsumen terhadap instrumen ini masih kuat.
Adi Budiarso, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD), memberikan pandangan mengenai kondisi pasar tersebut. "Di tengah fluktuasi, nilai transaksi dan kepercayaan konsumen AKD termasuk kripto masih terjaga dalam rangka pengembangan ekosistem IAKD OJK," tutur Adi Budiarso dalam sebuah konferensi pers RDKB pada Selasa (7/7/2026).
Sebagai perbandingan, pada bulan sebelumnya, yaitu April 2026, nilai transaksi kripto Indonesia tercatat sebesar Rp22,98 triliun, sementara akumulasi transaksi sepanjang tahun saat itu telah mencapai Rp99 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan jumlah akun investasi kripto yang pada April 2026 sudah mencapai 21,1 juta konsumen, naik 1,71% mtd.
Dalam upaya terus memperkuat literasi dan pemahaman masyarakat mengenai aset keuangan digital, OJK secara proaktif telah menyelenggarakan program edukasi. Kegiatan digital financial literacy telah dilaksanakan di beberapa institusi pendidikan tinggi, termasuk Universitas Pattimura dan Universitas Sebelas Maret di Solo.
Inisiatif lain yang dilakukan untuk mendukung pertumbuhan industri aset digital ini adalah kolaborasi dengan komunitas terkait. OJK bersama dengan asosiasi blockchain juga mengadakan kegiatan khusus bertajuk "bulan kripto".
Kegiatan bersama ini bertujuan untuk memperkuat industri aset kripto di mata masyarakat luas. Tujuannya adalah agar pemanfaatan aset digital dan kripto dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.