TREN.BISNISMARKET.COM - PT PLN (Persero) tengah gencar melakukan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target ambisius mencapai 100 GW. Namun, realisasi rencana strategis berskala besar ini sangat bergantung pada ketersediaan lahan yang memadai, serta kepastian hukum dan tata kelola yang solid.
Untuk mencapai target tersebut, PLN mengadopsi strategi inovatif dengan memanfaatkan aset-aset milik negara yang selama ini belum teroptimalkan. Pemanfaatan aset ini mencakup berbagai infrastruktur, mulai dari ruas jalan tol hingga area-area di sekitar waduk yang dimiliki pemerintah.
Salah satu contoh konkret pemanfaatan aset adalah rencana pembangunan PLTS di sepanjang sisi jalan tol milik PT Jasa Marga (Persero) yang memiliki total panjang mencapai 802 kilometer.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pengembangan konsep Super Technology Green Corridor. Tujuannya adalah untuk mendukung penuh agenda transisi energi sekaligus memperkuat sistem kelistrikan di Indonesia.
"Sebagai contoh jalan tol milik Jasa Marga dengan panjang 802 km. Apabila di kedua sisi lebarnya sekitar 3-5 meter maka ada sekitar 400-500 hektare. Artinya, ini ada potensi 0,5 gigawatt peak," ucap Darmawan Prasodjo saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Senin (6/7/2026).
Lebih lanjut, Darmawan menambahkan bahwa pembangunan PLTS di area jalan tol ini akan dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi Battery Energy Storage System (BESS). Sistem ini krusial untuk menampung daya listrik yang dihasilkan oleh panel surya.
"Tentu saja artinya dikalikan 3 kami bisa menambah baterai energy storage system sebesar 1,5 GWh," kata Darmawan Prasodjo, menegaskan potensi peningkatan kapasitas daya mampu pasok dan keandalan listrik nasional.
Selain jalan tol, PLN juga mengincar pemanfaatan permukaan waduk untuk pengembangan PLTS terapung, atau yang dikenal sebagai floating solar panel. PLN telah mengidentifikasi sekitar 10.000 hektare lahan waduk yang potensial.
Pemanfaatan lahan waduk ini diperkirakan mampu menghasilkan kapasitas PLTS sebesar 10,3 GWp, didukung oleh instalasi BESS mencapai 30 GWh. Dilansir dari Bisnis.com, ketersediaan lahan di waduk menjadi nilai tambah signifikan.