TREN.BISNISMARKET.COM - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menunjukkan komitmen serius terhadap upaya dekarbonisasi dan transisi energi berkelanjutan dengan mengadopsi pendekatan berbasis alam atau Nature-Based Solutions (NBS). Langkah strategis ini diumumkan dalam sebuah forum diskusi daring yang diselenggarakan pada hari Jumat, 22 Mei.
Inisiatif ini merupakan bagian dari perayaan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026, di mana jajaran manajemen dan seluruh insan PLN EPI Group turut berpartisipasi aktif. Acara tersebut menegaskan fokus perusahaan tidak hanya pada stabilitas pasokan energi, tetapi juga pada upaya pelestarian lingkungan pesisir Indonesia.
Vice President Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3KL) PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Muhammad Aminuddin, menyoroti peran vital ekosistem pesisir dalam upaya mitigasi iklim global. Kawasan ini dinilai sangat krusial sebagai penyerap karbon alami yang signifikan.
"PLN EPI memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Namun di saat yang sama, kami juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ekosistem pesisir yang menjadi rumah bagi mangrove dan padang lamun sebagai penyerap karbon alami atau blue carbon," ujar Aminuddin.
Kawasan pesisir, khususnya hutan mangrove dan padang lamun, disebutkan memiliki kapasitas penyerapan karbon yang jauh melebihi hutan daratan, menjadikannya solusi kunci dalam mencapai target penurunan emisi nasional dan ambisi Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060.
Di sisi lain, masyarakat pesisir menghadapi ancaman nyata akibat perubahan iklim, termasuk risiko abrasi, kenaikan permukaan air laut, dan cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu. Hal ini menuntut respons cepat dari berbagai sektor industri.
Menurut data yang dihimpun oleh CarbonEthics, Indonesia memiliki potensi besar dengan 3,4 juta hektare kawasan mangrove yang mampu menyimpan hingga 3,1 miliar ton CO2. Sayangnya, sekitar 40 persen dari potensi tersebut telah mengalami degradasi dalam kurun waktu tiga dekade terakhir.
Aminuddin menekankan bahwa industri energi modern harus mengedepankan tanggung jawab lingkungan dalam setiap operasionalnya ke depan. Ia memandang bahwa integrasi strategi nature-positive adalah keharusan mutlak bagi perusahaan energi.
"PLN EPI perlu memposisikan diri sebagai pelopor integrasi nature-positive strategy dalam operasional energi. Keberlanjutan bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dalam membangun bisnis energi masa depan yang resilien dan bernilai tambah," kata Aminuddin.